• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

AS Bersiap Kontrol Ekspor ke China

by Redaksi Asiatoday
July 28, 2023
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
UNCTAD: Perdagangan Global Mulai Recovery, Namun Belum Merata

Aktivitas ekspor dan impor di pelabuhan China. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Amerika Serikat (AS) sedang menyiapkan aturan untuk mengontrol ekspor ke China.

Menteri Perdagangan AS, Gina Raimondo mengatakan bahwa pemerintahan Biden berusaha secara hati-hati dalam memberlakukan aturan ini.

Pasalnya, aturan ini akan membebani pendapatan perusahaan.

RelatedPosts

Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026

Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition

ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance

Raimondo mengatakan bahwa pembatasan tersebut seharusnya tidak begitu luas hingga menekan keuntungan perusahaan-perusahaan AS, dan China dapat memperoleh produk dari tempat lain.

“[Aturan-aturan ini] akan menekan sebagian pendapatan dari perusahaan-perusahaan Amerika, tetapi kami pikir itu sepadan,” jelasnya.

Raimondo juga mengatakan bahwa pemerintah sedang bertemu dengan perusahaan-perusahaan, agar perusahaan mendapatkan tempat yang tepat, sehingga tidak merusak bisnis AS namun secara terus terang melindungi keamanan nasional Amerika.

Ia juga menegaskan bahwa hal ini bukan mengenai menahan China atau menyangkal teknologi komoditas negara perekonomian terbesar kedua tersebut.

“[China menginginkan akses ke teknologi paling canggih AS] untuk memajukan militer mereka dan kami tidak akan mengizinkan itu,” jelasnya, seperti dikutip Reuters, Kamis (27/7).

Menurut Asosiasi Industri Semikonduktor, China menyumbang US$180 miliar atau setara Rp2,705 triliun pembelian semikonduktor. Jumlah ini mencapai sepertiga dari total nilai transaksi global sebesar US$574,1 miliar.

Nvidia, Qualcomm, dan Intel memiliki penjualan yang penting di China. Qualcomm juga merupakan satu-satunya perusahaan dengan lisensi dari regulator AS untuk menjual chip ponsel ke Huawei. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Amerika SerikatChina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.