• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS: China Ujian Paling Serius Stabilitas Global

by Redaksi Asiatoday
March 4, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
AS: China Ujian Paling Serius Stabilitas Global

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan berurusan dengan China menjadi ujian terbesar dalam menjaga stabilitas sistem global.

Menurut Blinken, pendekatan dengan China akan kompetitif ketika diperlukan, kolaboratif jika mampu, dan menentang jika diharuskan.

“China adalah satu-satunya negara dengan ekonomi, diplomasi, militer, dan kekuatan teknologi yang benar-benar menguji stabilitas dan sistem internasional terbuka,” kata Blinken seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (4/3/2021).

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

Blinken menggarisbawahi pentingnya berkontribusi dalam perubahan iklim dan terlibat dengan komunitas internasional. Pendekatan ini sangat kontras dengan Menlu sebelumnya di bawah administrasi Donald Trump yang justru keluar dari komitmen multinasional.

Dia mengatakan demokrasi AS sedang dalam tekanan secara global yang secara langsung merujuk pada peristiwa berdarah pada 6 Januari di Capitol. Untuk itu, penguatan keamanan nasional diperlukan.

“Mempertahankan demokrasi kita adalah kewajiban bagi kebijakan luar negeri. Jika tidak, pesaing seperti Rusia dan China akan menguasai kita. Tidak diragukan lagi bahwa demokrasi kita rapuh,” ujarnya.

Blinken mengakui perjanjian perdagangan pada administrasi pendahulunya – termasuk masa Obama di mana Blinken dan Joe Biden terlibat di dalamnya – terkadang gagal memberikan manfaat bagi tenaga kerja Amerika. Kegagalan tersebut menjadi pelajaran berharga.

Dia berjanji untuk berjuang melindungi hak dan kepentingan tenaga kerja AS. Dia juga berjanji bahwa AS akan lebih berhati-hati dalam memutuskan keterlibatannya dalam perang di luar negeri, seperti di Afghanistan dan Irak, serta tindakan militer yang mengakibatkan kekacauan seperti di Libya.

“Diplomasi, bukan aksi militer akan selalu diutamakan. Kami telah melihat bagaimana terlalu banyak yang dikorbankan, baik dari pihak kita maupun pihak lain,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaPerang Dagang Amerika-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.