• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

AS dan Jepang Kolaborasi Perdagangan Mineral untuk Baterai Kendaraan Listrik

by Redaksi Asiatoday
March 29, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
AS dan Jepang Kolaborasi Perdagangan Mineral untuk Baterai Kendaraan Listrik

Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Amerika Serikat (AS) dan Jepang sepakat berkolaborasi dalam perdagangan mineral untuk memenuhi kebutuhan industri baterai kendaraan listrik. Kesepakatan itu diumumkan  pada Selasa (28/3/2023).

Kesepakatan ini merupakan kunci dalam memperkuat rantai pasokan baterai mobil listrik kedua negara, serta memberikan akses yang lebih luas kepada produsen mobil jepang kepada kredit pajak mobil listrik (EV) AS senilai US$7.500 atau setara dengan Rp113 juta rupiah.

Menurut pejabat senior administrasi Biden, perjanjian ini melarang kedua negara memberlakukan pembatasan ekspor bilateral pada mineral yang paling penting untuk baterai EV, termasuk lithium, nikel, kobalt, grafit, dan mangan.

RelatedPosts

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Indonesia’s $2.5 Billion Nickel Bet Faces Global ESG Test as Investment Boom Accelerates

Trois Films and South Korea’s JJan E&M Forge Strategic Partnership in Film Industry

Selain itu, kesepakatan ini juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan AS-Jepang pada China, dengan meminta kolaborasi untuk memerangi “kebijakan dan praktik non-pasar” negara lain di sektor ini dan melakukan tinjauan investasi terhadap investasi asing dalam rantai pasokan mineral penting mereka.

Menteri Perdagangan Jepang Yasutoshi Nishimura mengatakan Jepang bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk menandatangani perjanjian di Washington pada hari Selasa.

“Karena permintaan baterai kendaraan listrik diperkirakan tumbuh secara signifikan, mengamankan mineral penting yang penting untuk produksinya merupakan masalah yang mendesak,” kata Nishimura kepada wartawan, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (28/3).

Pada akhir pekan ini, Departemen keuangan AS diperkirakan akan menentukan persyaratan sumber untuk subsidi pajak kendaraan listrik. Tentunya hal ini memberikan paduan yang ditunggu-tunggu oleh sektor otomotif, baterai dan energi bersih.

Namun, terkait pertanyaan apakah perjanjian perdagangan akan memenuhi syarat baterai, komponen, dan kendaraan yang bersumber dari Jepang untuk bagian dari kredit pajak tersebut, para pejabat mengatakan bahwa keputusan tergantung pada Departemen Keuangan Nishimura juga mengatakan bahwa EV yang dibuat dengan mineral yang ditambang atau diproses di Jepang diharapkan memenuhi persyaratan pembebasan pajak berdasarkan undang-undang AS.

Pejabat AS mengatakan bahwa Perwakilan Dagang AS tidak bermaksud untuk meminta persetujuan Kongres untuk perjanjian perdagangan mineral karena berada di bawah otoritas badan tersebut untuk menegosiasikan perjanjian perdagangan sektoral di tingkat eksekutif. Namun, kedua negara mengatakan bahwa ketentuan dalam kesepakatan untuk mempromosikan hak-hak buruh dan daur ulang dalam rantai pasokan mineral baterai mereka akan membantu kedua negara.

Perwakilan Dagang AS Katherine Tai dalam sebuah pernyataan, juga mengatakan bahwa Jepang adalah salah satu mitra dagang paling berharga dan memungkinkan untuk memperdalam hubungan bilateral yang sudah ada.

“Ini adalah momen yang disambut baik karena Amerika Serikat terus bekerja dengan sekutu dan mitra kami untuk memperkuat rantai pasokan mineral penting, termasuk melalui Undang-Undang Pengurangan Inflasi.”

Kedua negara juga sepakat untuk meninjau kembali perjanjian mineral setiap dua tahun, yakin apakah layak untuk diakhiri atau diubah. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Industri BateraiIndustri Kendaraan Listrik
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.