• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

AS dan Sekutu Siap Embargo Rusia, Harga Minyak Melejit ke Level USD139

by Redaksi Asiatoday
March 7, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
AS Desak China Hentikan Kejahatan Kemanusiaan dan Genosida Terhadap Uighur

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Anthony Blinken. Dok

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) dan sekutu dilaporkan akan memberlakukan embargo terhadap minyak mentah Rusia. Rencana ini menyebabkan harga minyak melejit ke level US$139 per barel.

Dilansir dari Bloomberg pada Senin (7/3/2022), harga minyak Brent sempat melonjak hingga 18 persen pada awal pembukaan perdagangan hari ini. Lonjakan tersebut merupakan yang tertinggi dalam 2 tahun seiring dengan invasi Rusia ke Ukraina yang menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan komoditas ini.

Hingga pukul 11.00 WIB, harga minyak Brent untuk kontrak Mei naik 8,37 persen ke USD128 per barel di ICE Futures Europe. Sepanjang pekan lalu, harga minyak Brent telah melesat 21 persen.

RelatedPosts

Global Investors Double Down on Indonesia’s Nickel Boom With $169 Million HPAL Deal

Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak April naik 7,26 persen ke USD124,08 per barel di New York Mercantile Exchange. Salah satu sentimen yang mempengaruhi harga minyak saat ini adalah rencana AS untuk mengembargo impor minyak produksi Rusia.

Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken mengatakan AS dan negara-negara sekutu lainnya tengah membahas rencana ini untuk terus menekan Rusia.

Rencana embargo ini semakin menambah ketidakpastian di pasar minyak yang memicu harga Brent diperdagangkan pada rentang terlebar sejak kontrak berjangkanya pertama kali dirilis pada 1998. Sentimen ini juga ditopang oleh keputusan Arab Saudi yang menaikkan harga minyaknya dan penurunan produksi yang diderita Libya akibat krisis politik.

Head of Asia dari Vitol, Mike Muller mengatakan pergerakan harga minyak masih akan berfluktuasi.

Menurutnya, masih banyak sentimen yang belum diperhitungkan oleh pasar meski mereka telah memperkirakan adanya penurunan pasokan akibat tidak dapat membeli minyak dari Rusia.

Struktur pasar minyak Brent masih menunjukkan pola backwardation yang naik ke USD5,10 per barel. Hal ini mengindikasikan ketatnya keseimbangan pasokan dan permintaan.

Pada pekan lalu, spread ini berada di level USD3,77 per barel. Adapun, pola backwardation merupakan indikasi utama bahwa permintaan minyak menguat dan pasokannya berkurang. Pola ini menunjukkan pengiriman untuk bulan terdekat lebih mahal dibandingkan bulan-bulan mendatang.

Pada akhir pekan lalu, International Monetary Fund (IMF) memperingatkan bahwa invasi Rusia ke Ukraina, beserta dengan sanksi ke Rusia akan menimbulkan dampak buruk terhadap perekonomian global.

“Meski situasi saat ini tetap fluktuatif dan berdampak terhadap ketidakpastian yang luar biasa, konsekuensi ini terhadap perekonomian sudah sangat serius,” demikian pernyataan IMF. (ATN)

Tags: Krisis Ukraina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Targets Chinese Steel Firm in Surprise Tax Raid
  • Bangladesh Defies US Pressure, Seals 13 Strategic Deals With China in Major Geopolitical Shift
  • IMF Warns Global Economy Faces Fresh Stress Test as Middle East Conflict Fuels Energy Shock
  • Sri Lanka Secures US$57.4 Million to Expand Rooftop Solar and Modernize Power Grid
  • Indonesia Freezes Coal Exports to Safeguard Power Supply as Global Energy Risks Mount
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.