• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS Genting, Pendukung Trump Siapkan Aksi Pemberontakan Jelang Pelantikan Biden

by Redaksi Asiatoday
January 14, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Para Pemimpin Dunia Kecam Kerusuhan di Gedung Capitol AS

Massa pro-trump saat menyerbu Capitol Hill, Amerika Serikat (AS). Foto: getty image

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Menjelang pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden, situasi genting menghantui negeri itu.

Buletin FBI mengungkap rencana massa pendukung Presiden Donald Trump  untuk melakukan pemberontakan besar-besaran menjelang pelantikan Joe Biden pada 20 Januari.

“Protes bersenjata sedang direncanakan disemua 50 gedung DPR negara bagian dari 16 Januari hingga setidaknya 20 Januari, dan di US Capitol dari 17 Januari hingga 20 Januari,” demikian  peringatan buletin FBI yang diperoleh ABC News.

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

“FBI telah menerima informasi tentang kelompok bersenjata teridentifikasi yang berniat melakukan perjalanan ke Washington D.C. pada 16 Januari,” lanjut peringatan tersebut.

“Mereka telah memperingatkan bahwa jika Kongres mencoba untuk menyingkirkan Donald Trump melalui Amandemen ke-25, pemberontakan besar akan terjadi.”

Sementara itu, kubu Partai Demokrat di Kongres telah secara resmi mengajukan sebuah artikel pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump, di mana pemungutan suara tentang masalah tersebut diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Saat ini, semua mata masih tertuju pada Wakil Presiden Mike Pence yang telah diberi waktu satu hari untuk memutuskan apakah dia akan mengajukan Amandemen ke-25 Konstitusi untuk memecat Trump sebagai presiden Amerika.

Hal itu hampir pasti tidak akan terjadi. Langkah selanjutnya adalah DPR memberikan suara untuk pemakzulan. Itu akan terjadi Rabu waktu Amerika.

Artikel tunggal tersebut menuduh Trump membuat hasutan pemberontakan.

Ketua DPR Nancy Pelosi mengatakan Trump mewakili ancaman yang akan datang bagi demokrasi Amerika.

“Apa yang terjadi adalah pelanggaran yang sangat, sangat mengerikan terhadap Capitol, dari cabang pemerintahan pertama, oleh Presiden Amerika Serikat,” katanya kepada 60 Minutes yang dilansir news.com.au, Selasa (12/1/2021).

“Presiden ini bersalah karena menghasut pemberontakan. Dia harus membayar harga untuk itu,” tegas Pelosi. (ATN)

Tags: Amerika SerikatDonald TrumpJoe Biden
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.