• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS, Jepang dan 39 Negara Uni Eropa Desak China Hormati HAM Uighur

by Redaksi Asiatoday
October 7, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
AS, Jepang dan 39 Negara Uni Eropa Desak China Hormati HAM Uighur

Penduduk di Uyghur, Xinjiang, China. Foto: Uyghur Culture

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara Uni Eropa mendesak China untuk menghormati Hak Asasi Manusia (HAM) etnis minoritas Uighur. Mereka juga mengungkapkan keprihatinan atas situasi di Hong Kong.

Di antara 39 negara penandatangan meliputi AS, sebagian besar negara anggota UE termasuk Albania dan Bosnia, Kanada, Haiti, Honduras, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.

“Kami menyerukan kepada China untuk menghormati HAM, terutama hak orang-orang yang termasuk dalam agama dan etnis minoritas, terutama di Xinjiang dan Tibet,” kata Duta Besar Jerman untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Christoph Heusgen, yang memimpin inisiatif dalam pertemuan tentang HAM.

RelatedPosts

Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

“Kami sangat prihatin tentang situasi HAM di Xinjiang dan perkembangan terkini di Hong Kong,” kata deklarasi itu, dikutip AFP, Rabu (7/10/2020).

“Kami menyerukan kepada China untuk mengizinkan akses langsung, bermakna, dan tanpa batas ke Xinjiang bagi pengamat independen termasuk Komisaris Tinggi PBB untuk HAM,” tambahnya

Duta Besar China Zhang Jun, mengkritik sikap ‘munafik’ Jerman, AS, dan Inggris serta menuntut ketiganya ‘menyingkirkan kesombongan dan prasangka’.

NGO AS, Human Rights Watch memuji fakta bahwa banyak negara yang telah menandatangani deklarasi untuk melepas ancaman dan taktik intimidasi China terhadap etnis minoritas.

Pada 2019, teks serupa yang dirancang oleh Inggris hanya mendapat 23 tanda tangan.
 
Bulan lalu, Institut Kebijakan Strategis Australia (ASPI) telah mengidentifikasi lebih dari 380 “fasilitas penahanan yang dicurigai” di wilayah Xinjiang. China diyakini telah menahan lebih dari satu juta orang Uighur dan penduduk yang sebagian besar berbahasa Turki Muslim.

Di AS, Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan Rancangan Undang-Undang pada akhir September yang bertujuan untuk melarang impor dari Xinjiang, dengan alasan pelanggaran terhadap orang Uighur begitu meluas. Sehingga, semua barang dari wilayah tersebut harus dianggap dibuat dari tenaga kerja budak.

Para diplomat Barat menuturkan China menumpuk lebih banyak tekanan setiap tahunnya untuk menghalangi negara-negara anggota PBB menandatangani pernyataan semacam itu.

China juga mengancam akan memblokir pembaruan misi penjaga perdamaian untuk beberapa negara atau mencegah negara lain membangun fasilitas kedutaan baru di China.

Pada Senin (5/10), China memimpin 26 negara dalam deklarasi bersama untuk mengakhiri sanksi AS yang melanggar HAM dalam perjuangan memerangi pandemi virus corona. (ATN)

Tags: Human RightsSave UighurSolidaritas UighurUighur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.