• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

AS Kalah, China Kini Kuasai Teknologi Artificial Intelligence di Dunia

by Redaksi Asiatoday
October 12, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Huawei Dukung Penuh Kebijakan Satu Data Indonesia

Jaringan teknologi 5G Huawei. Dok

ASIATODAY.ID, LONDON – China secara perlahan dan pasti mulai menggeser dominasi Amerika Serikat (AS) di pentas global.

China kini telah memenangkan pertempuran dalam penguasaan kecerdasan buatan (artificial intelligence), menggeser Amerika Serikat (AS).

“China bahkan mulai menuju dominasi global karena kemajuan teknologinya,” kata Nicolas Chaillan, mantan kepala software Pentagon kepada Financial Times, dikutip Reuters, Senin (11/10/2021).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Menurut dia, China, negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia, kemungkinan akan mendominasi munculnya banyak teknologi utama, terutama kecerdasan buatan, biologi sintetik, dan genetika dalam satu dekade atau lebih ke depan.

Nicolas Chaillan yang mengundurkan diri karena protes terhadap lambatnya transformasi teknologi di militer AS, mengatakan kegagalan untuk merespons kebangkitan teknologi sangat membahayakan Amerika Serikat (AS).

“Kami tidak memiliki peluang bersaing melawan China dalam 15 hingga 20 tahun. Saat ini, itu sudah menjadi kesepakatan; menurut saya itu sudah berakhir,” ujarnya.

“Apakah dibutuhkan perang atau tidak, itu semacam anekdot,” lanjut dia.

Dia mengatakan pertahanan siber AS di beberapa departemen pemerintah berada di “tingkat taman kanak-kanak”.

Chaillan mengumumkan pengunduran dirinya pada awal September, dengan mengatakan para pejabat militer berulang kali ditugaskan untuk inisiatif siber yang mereka kurang berpengalaman.

Seorang juru bicara Departemen Angkatan Udara AS mengatakan Frank Kendall, sekretaris Angkatan Udara AS, telah mendiskusikan dengan Chaillan rekomendasinya untuk pengembangan perangkat lunak departemen di masa depan setelah pengunduran dirinya dan berterima kasih atas kontribusinya. (ATN)

Tags: Artifisial IntelligenceCyber DefenceIndustri Digital
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.