• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

ASEAN Sepakat Tinggalkan Dolar

by Redaksi Asiatoday
October 6, 2020
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Saatnya ASEAN Bersatu Hadapi Konflik Laut China Selatan

Komunitas ASEAN. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Negara-negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) sepakat untuk meningkatkan pembayaran transaksi perdagangan  bilateral dan investasi langsung (Local Currency Settlement/LCS) menggunakan mata uang lokal masing-masing negara.

Langkah ini otomatis akan mengurangi penyelesaian transaksi menggunakan dolar AS antar sesama negara di kawasan.

Hal itu mengemuka di forum para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara ASEAN di pertemuan bertajuk 6th ASEAN Finance Minister and Central Bank Governors’ Meeting (AFMGM). Acara digelar secara virtual pada 2 Oktober 2020.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

“Mendukung inisiatif penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian perdagangan, investasi langsung dan kegiatan terkait lain seperti transaksi pendapatan dan transfer di antara negara-negara ASEAN,” jelas Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko melalui keterangan tertulisnya Selasa (6/10/2020).

Kebijakan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan sistem keuangan kawasan di tengah pandemi Covid-19.

Pasalnya, sejak pandemi mewabah di dunia, ketidakpastian sering kali menggoyangkan nilai tukar mata uang masing-masing negara ASEAN terhadap dolar AS.

Selain mendukung penggunaan mata uang lokal, pertemuan juga menyepakati beberapa hal lain. 

Pertama, otoritas di masing-masing negara ASEAN akan mengambil kebijakan fiskal, moneter, dan memberi dukungan pembiayaan untuk sektor riil dan keuangan yang tidak biasa di tengah pandemi.

Kebijakan yang tak biasa juga untuk menjamin kelancaran arus barang dan jasa serta peningkatan kerja sama antar sesama negara anggota. Tujuannya agar masing-masing negara saling mendukung penanganan dampak pandemi dan pemulihan ekonomi ke depan.

“Negara-negara ASEAN menegaskan komitmen untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, serta mendorong stabilitas dan integrasi keuangan di kawasan ASEAN, di tengah ketidakpastian yang ditimbulkan oleh pandemi covid-19,” terangnya.

Kedua, ASEAN akan memperkuat efektivitas surveillance ekonomi dan keuangan di kawasan serta mendukung kesiapan Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) sebagai jaring pengaman keuangan yang efektif di kawasan dan komponen penting dari jaring pengaman keuangan global.

Ketiga, mendorong perdagangan dan investasi intra-ASEAN yang lebih luas melalui pembentukan Qualified ASEAN Banks serta peningkatan transparansi, standardisasi, dan harmonisasi ketentuan di antara negara-negara ASEAN untuk mendukung integrasi keuangan di kawasan.

Keempat, para negara ASEAN menyambut baik kemajuan kerja sama di bidang pembiayaan infrastruktur antara lain dalam bentuk penyusunan beberapa panduan untuk mendorong perluasan keterlibatan investor swasta, serta mendukung upaya untuk memajukan agenda keuangan berkelanjutan (sustainable financing) secara kohesif di seluruh bidang, baik perbankan, pasar modal, maupun asuransi.

Kelima, mendukung upaya pemanfaatan jasa keuangan digital untuk meningkatkan inklusi keuangan di kawasan serta meningkatkan kerja sama dalam berbagi informasi mengenai penanganan risiko siber (cyber risk).

“Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral ASEAN menggarisbawahi tiga pilar utama untuk mendorong stabilitas dan integrasi keuangan di kawasan ASEAN, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi, di tengah tantangan pandemi covid-19, yaitu konektivitas, sustainability, dan responsivitas dari ASEAN,” jelasnya.

Pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral ASEAN juga dihadiri oleh beberapa lembaga internasional, yaitu International Monetary Fund (IMF), Asian Development Bank (ADB), dan ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) sebagai mitra ASEAN. Kehadiran lembaga-lembaga tersebut dimaksudkan untuk bertukar pandang mengenai kondisi terkini ekonomi global dan regional serta rekomendasi kebijakan yang dapat diambil oleh otoritas. (ATN)

Tags: Asean EconomicAsia BusinessAsia InvestDolar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.