• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

ASEAN Serukan Gencatan Senjata antara Rusia dan Ukraina

by Redaksi Asiatoday
March 4, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Menteri Ekonomi ASEAN Dorong Stabilitas Perdagangan di Kawasan

ASEAN Community. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perhimpunan Bangsa-Bangsa di Asia Tenggara (ASEAN) menyerukan agar dilakukan segera gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina guna mengakhiri konflik yang terjadi.

Seruan ini disepakati oleh Menteri Luar Negeri se-ASEAN.

“Para Menteri Luar Negeri ASEAN sangat terganggu oleh intensifikasi gawatnya situasi dan kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk akibat dari permusuhan militer yang sedang berlangsung di Ukraina,” demikian pernyataan para Menlu ASEAN pada 3 Maret 2022, yang dikutip dari keterangan tertulis ASEAN, Jumat (4/3/2022).

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

“Oleh karena itu, kami meminta agar gencatan senjata segera dilakukan dan melanjutkan dialog politik yang akan mengarah pada perdamaian berkelanjutan di Ukraina,” lanjut pernyataan tersebut.

“Kami menggarisbawahi pentingnya dari gencatan senjata untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan negosiasi untuk ditangani krisis saat ini dan menghindari meluasnya penderitaan orang-orang yang tidak bersalah,” imbuh pernyataan itu.

Para Menlu ASEAN juga menambahkan, seperti pernyataan pada 26 Februari 2022, organisasi negara Asia Tenggara itu menegaskan kembali keyakinan  bahwa masih ada ruang untuk dialog damai untuk mencegah situasi, mengendalikan dan menghentikan meningkatnya jumlah kerugian sipil dan militer dan korban jiwa, serta dampak negatif yang dirasakan di seluruh dunia.

“Dalam kasus ini, ASEAN siap memfasilitasi, dengan cara apa pun, dialog damai antar pihak terkait,” jelas pernyataan itu.

Perang di Ukraina dimulai ketika Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui kemerdekaan dua wilayah separatis di Donetsk dan Lushank. Kemudian Putin memerintahkan operasi militer ke Ukraina.

Menurut PBB, korban tewas di Ukraina dilaporkan mencapai 136 jiwa, sementara Rusia menyebutkan ada sekitar 400 prajurit mereka yang tewas dalam pertempuran. (ATN)

Tags: AseanKrisis Ukraina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.