• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Forum

ASEAN+3 Didorong untuk Kurangi Ketergantungan Terhadap Dolar AS

by Redaksi Asiatoday
May 3, 2023
in Forum
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bursa Saham Amerika Rebound, Dolar Kian Perkasa

US Dollar. Doc

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Negara-negara yang tergabung dalam ASEAN+3 didorong untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, banyak tantangan dan dampak yang ditimbulkan dari ketergantungan yang besar terhadap mata uang dominan tertentu, seperti dolar AS yang menjadi instrumen utama perdagangan dunia saat ini.

Perry mengatakan ketergantungan terhadap mata uang dominan dalam perdagangan internasional dan penyelesaian investasi dapat meningkatkan kerentanan dan meningkatkan risiko stabilitas keuangan, khususnya di ASEAN+3.

RelatedPosts

UNFPA Partners with Guardian Girls Indonesia and the Japan Foundation on SEA-WCD

ADB President Calls for Collective Resilience Amid Economic Uncertainty

Senior Agriculture Officials Meet as Asia-Pacific Faces Mounting Pressures on Food Security

Perry menyampaikan hal ini pada pertemuan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara Anggota ASEAN+3 (the ASEAN+3 Finance Ministers’ and Central Bank Governors Meeting/AFMGM+3), di Incheon, Korea Selatan.

“ASEAN+3 perlu berinovasi untuk dapat menjaga stabilitas, di tengah inflasi yang masih tinggi, kondisi likuiditas yang lebih ketat, ruang kebijakan yang lebih sempit, dan pengaruh kuat dolar,” katanya, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Rabu (3/5/2023).

Perry menekankan pentingnya memperkuat dan meningkatkan kerja sama di antara negara-negara ASEAN+3 dalam konektivitas pembayaran dengan mempromosikan penggunaan mata uang lokal yang lebih luas untuk transaksi.

Dalam hal ini, AFMGM+3 juga menyambut baik dan mengakui perkembangan kajian Sistem Pembayaran Lintas Batas di ASEAN+3, khususnya mengenai Penguatan Transaksi Mata Uang Lokal (Local Currency Transactions/LCT) dalam pembahasan isu tematik ASEAN+3.

Untuk diketgahui, BI bersama dengan Bank of Korea telah menyepakati kerja sama penggunaan mata uang lokal masing-masing negara dalam transaksi bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan. Penandatanganan nota kesepahaman terkait kerja sama tersebut dilakukan di sela-sela pertemuan AFMGM+3 pada Selasa (2/5/2023).

Dengan kerja sama ini, maka transaksi bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan, seperti transaksi berjalan (current account transaction), investasi langsung, serta transaksi ekonomi dan keuangan lainnya yang akan disepakati kedua otoritas, bisa menggunakan mata uang lokal masing-masing negara.

Otoritas kedua negara memandang bahwa penggunaan mata uang lokal masing-masing negara yang lebih luas untuk transaksi bilateral akan berkontribusi dalam mempromosikan perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan serta memperdalam pasar keuangan dalam mata uang lokal di kedua negara.

BI sebelumnya telah melakukan kerja sama serupa dengan otoritas Malaysia (Bank Negara Malaysia), Thailand (Bank of Thailand), Jepang (Japan Ministry of Finance), China (People Bank of China), dan Singapura (Monetary Authority of Singapore).

Selanjutnya, kerja sama bilateral penggunaan mata uang lokal juga akan diperluas dengan seluruh negara anggota ASEAN. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Asean +3DedolarisasiDolar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.