• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, July 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home CORPORATION

Asia Pacific Fibers Genjot Diversifikasi

by Redaksi Asiatoday
July 24, 2019
in CORPORATION
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Asia Pacific Fibers Genjot Diversifikasi

Aktivitas di dalam industri Asia Pasific Fibers. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Asia Pacific Fibers Tbk, salah satu produsen poliester, mulai menyiapkan strategi untuk mengantisipasi dampak negatif perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Menurut Head of Corporate Communication and PR Asia Pacific Fibers, Prama Yudha Amdan, pihaknya memiliki strategi diversifikasi produk yang memiliki nilai tambah. Dengan demikian, produk perseroan bisa bersaing dari nilai tambah yang dimiliki, bukan dari aspek harga.

“Beberapa produk kami yang bernilai tambah antara lain benang anti api, benang khusus untuk otomotif, dan benang anti bakteri. Dengan value added product, kami bisa bersaing dari aspek keunggulan produk, kalau produk komoditas persaingan di harga,” terangnya, Rabu (24/7/2019).

RelatedPosts

Astra’s US$480 Million Buyback Sends Strong Signal of Confidence in Indonesia’s Economy

Indonesia’s Win&Co Builds ASEAN Food Ambition with US$72 Million Momogi Deal

Kana Cooperative Wins Two National Awards for Economic and Social Impact

Ia mengungkapkan, perang dagang saat ini sangat menggangu pasar perseroan karena barang impor, terutama dari China, masuk ke pasar domestik dalam volume yang besar. Penjualan emiten dengan kode saham POLY ini sebesar 60% menyasar pasar dalam negeri.

Dampak perang dagang kata dia, bisa terlihat dari impor tekstil yang meningkat dan berdampak pada penjualan, terutama produk komoditas yang bersaing dari segi harga. Kinerja perseroan pada kuartal I/2019 turun 3,99% (yoy) menjadi US$113,58 juta.

Dari perang dagang yang terjadi, terdapat ekses kapasitas dari kedua negara yang berkonflik akibat tidak bisa masuk ke masing-masing negara. Negara yang tidak memiliki proteksi yang cukup pun menjadi tempat ‘pembuangan’ produk idle tersebut.

“Saat ini, Indonesia tidak memiliki proteksi yang cukup sehingga trennya produk impor jadi bahan pokok dan pasar terganggu. Sebelumnya barang impor itu bertujuan mengisi kekurangan atau memenuhi barang yang belum bisa diproduksi dalam negeri,” ujarnya.

Selain proteksi yang kurang, Prama menilai saat ini ketidakpastian sangat tinggi. Tidak hanya karena faktor global, melainkan juga dari dalam negeri.

Dia memberi contoh, industri tekstil dan produk tekstil (TPT) pada menteri terdahulu berada di urutan 11 dari 15 industri prioritas dan saat ini, kurang dari 5 tahun, menjadi 5 industri prioritas utama. Tentunya, menjadikan sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) merupakan langkah yang baik, tetapi bisa saja berubah ketika susunan menteri diganti. (Lis)

,’;\;\’\’
Tags: Asia Pacific FibersIndustri TextilPerang Dagang Amerika-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Enters Ultra-Deepwater Gas Era
  • Indonesia Warns: Red Sea Attacks Threaten Global Trade
  • South China Sea Test for China-ASEAN Ties
  • Indonesia Opens Export Rules for China, US, Australia and Canada in Strategic Trade Move
  • Indonesia Readies Textile Industry for UK and EU Digital Passport Rules
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.