• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Asia Tenggara dalam Ancaman Kejahatan Cyber

by Redaksi Asiatoday
February 27, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Asia Tenggara dalam Ancaman Kejahatan Cyber

Kejahatan siber. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan peningkatan aktivitas ancaman siber di wilayah Asia Tenggara. Salah satunya adalah kelompok-kelompok yang menggunakan Advanced Persistent Threats (APT) untuk melancarkan aksi cyberpionage (mata-mata siber).

Menurut Territory Channel Manager Kaspersky Indonesia, Dony Koesmandarin, para pelaku kejahatan siber meluncurkan alat serangan baru, termasuk memata-matai malware ponsel demi mencapai tujuannya yaitu mencuri informasi dari entitas, organisasi pemerintah, militer dan organisasi di wilayah Asia Tenggara.

“APT sendiri merupakan serangan siber yang kompleks dan canggih. Mereka punya banyak komponen untuk menyebarkan phising dengan mekanisme penyebaran jaringan, spyware, alat untuk penyembunyian (root/boot kit) dan lainnya,” jelas Dony melalui keterangan tertulisnya, Kamis (27/2/2020).

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Dony membeberkan, Kaspersky membagi kelompok-kelompok APT utama dan jenis-jenis malware yang mempengaruhi lansekap ancaman di Asia Tenggara pada 2019 dan hingga 2020.

Pertama adalah Platinum, salah satu aktor APT yang paling maju secara teknologi dengan fokus kawasan Asia Pasifik (APAC). Entitas diplomatik dan pemerintahan dari negara Indonesia, Malaysia, dan Vietnam diidentifikasi menjadi korban backdoor canggih Platinum ini.

Kemudian ada Finspy yang merupakan spyware untuk Windows, macOS, dan Linux yang dijual secara legal. Ini dapat diinstal di iOS dan Android dengan set fungsi sama yang tersedia untuk setiap platform.

“Aplikasi ini memberikan kesempatan kepada pelaku kejahatan siber untuk mengontrol hampir seutuhnya atas data pada perangkat yang terinfeksi,” jelasnya.

Dan yang terakhir adalah PhantomLance, Malware ini menargetkan pengguna di Indonesia, Malaysia, dan Vietnam di kawasan Asia Tenggara.

“Kampanye spionase jangka panjang dengan Trojan untuk Android ini digunakan di berbagai pasar aplikasi termasuk Google Play,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Asia TenggaraCyber DefenceCybersecurityKasperskyKejahatan Cyber Perbankan
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.