• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 27, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Atasi Perubahan Iklim, PGE-South Pole Sepakati Perdagangan Kredit Karbon

by Redaksi Asiatoday
April 16, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Atasi Perubahan Iklim, PGE-South Pole Sepakati Perdagangan Kredit Karbon

Pertamina Geothermal Energy Kraha. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Indonesia menandatangani kesepakatan penjualan kredit karbon (carbon credit) dengan South Pole dari tiga pembangkit listrik panas bumi (PLTP) yang dikelola perseroan.

Tiga PLTP tersebut yakni PLTP Ulubelu Unit III, PLTP Ulubelu Unit IV, dan PLTP Karaha Unit I dengan besaran pengurangan emisi total sebanyak 2,5 juta ton CO2.

Atasi Perubahan Iklim, PGE-South Pole Sepakati Perdagangan Kredit Karbon 1
Pertamina Geothermal Energy Ulubelu. Ist

Penandatangan kesepakatan tersebut untuk merealisasikan tindak lanjut dari Emission Reduction Purchase Agreement (ERPA) yang sudah diinisiasi sejak 2010.

RelatedPosts

U.S. Backs Indonesia’s ESG Mining Drive as Global Demand for Critical Minerals Surges

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Ali Mundakir mengatakan meskipun sudah melakukan kesepakatan, besaran nilai penjualan carbon credit ketiga pembangkit tersebut masih harus didalami. Sebab, yang terpenting bukan nilai penjualan tetapi tujuan utamanya adalah upaya perseroan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) untuk mengatasi dampak perubahan iklim.

Ali juga mengungkapkan, besaran penjualan carbon credit juga masih harus menunggu persetujuan dari direksi Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change/UNFCC). Targetnya, nilai tersebut sudah dapat divalidasi pada pertengahan 2020 oleh UNFCC dan transaksi penjualan akan diterima antara Oktober-November tahun depan.

“Kami perlu tegaskan, langkah ini bukan tentang nilai uang, tetapi ini sebagai komitmen dan kami kembali menjadi pionir dalam mengatasi dampak perubahan iklim,” jelasnya melalui keterangan tertulis, Jumat (13/12/2019).

Ali menjelaskan, PGE melakukan transaksi penjualan carbon credit untuk pertama kali. PGE pernah melakukan transaksi serupa di PLTP Kamojang.

“Carbon credit ini kan suatu good will, bukan sesuatu komersial yang ada cash and carry. Satu lagi, tentu saja ini menjadi citra positif PGE yang berkontribusi terhadap komitmen pemerintah,” imbuhnya.

Saat ini, PGE memiliki tujuh proyek clean development mechanism (CDM) yang telah teregistrasi di United Nation Convention on Climate Change (UNFCCC). Sejumlah proyek CDM PGE yang sudah berlabel gold standard, yaitu proyek CDM Ulubelu Unit 3&4, Kamojang Unit 4, Kamojang Unit 5, Karaha Unit 1, Lahendong Unit 5&6, Lumut Balai Unit 1&2, dan Lumut Balai 3&4.

Ketujuh proyek CDM tersebut berpotensi menunjang komitmen pemerintah di COP 21 Paris terkait penurunan emisi dengan besaran 2,5 juta ton CO2 per tahun.

Perhitungan pengurangan emisi ketiga pembangkit tersebut telah dihitung sejak beroperasi komersial (commercial operation date/COD). PLTP Ulubelu III dan IV melakukan COD pada Juni 2016 dengan perhitungan pengurangan emisi sampai November 2019. Sementara itu, perhitungan PLTP Karaha Unit I dilakukan selama Juni 2018 hingga November 2019. (AT Network)

Tags: Carbon TradeClimate ChangeClimate CrisisPertaminaPertamina Geothermal Energy
No Result
View All Result

Terbaru

  • Hormuz Holds Its Breath: Indonesia’s Pertamina Safely Steers Energy Tanker Through Middle East Flashpoint
  • Bhutan Bets $13 Million on Climate-Resilient Cities
  • U.S. Backs Indonesia’s ESG Mining Drive as Global Demand for Critical Minerals Surges
  • Bank Jakarta Wins Three Awards at the 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026
  • Middle East Conflict Rocks Asia as Bangladesh Faces Mounting Food Security Threat
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.