• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Atlassian Bangun Gedung Berkontruksi Kayu Tertinggi di Dunia di Australia

by Redaksi Asiatoday
June 27, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Atlassian Bangun Gedung Berkontruksi Kayu Tertinggi di Dunia di Australia

Desain bangunan berkontruksi kayu yang siap dibangun Atlassian. Ist

ASIATODAY.ID, SYDNEY – Raksasa perangkat lunak global, Atlassian akan membangun gedung kayu hibrida tertinggi di dunia, untuk kantor pusatnya yang baru di Sydney, Australia.

Struktur 40 lantai setinggi 180 meter (590 kaki) akan dibangun dengan lapisan kayu lunak, dan akan menampilan muka kaca dan baja, serta diatapi oleh taman di ruang terbuka.

Gedung Atlassian, yang dirancang oleh arsitek New York SHoP dan perusahaan Australia BVN, akan memanfaatkan 100 persen energi terbarukan dan menggabungkan panel surya dan jendela.

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Gedung ini juga akan menggunakan Konstruksi Kayu Massal, sebuah teknik yang menggabungkan kayu lunak, yang digambarkan oleh Atlassian sebagai teknologi utama untuk menurunkan jejak karbon bangunan. Konstruksi akan dimulai tahun depan dan akan selesai pada 2025.

Konstruksi kayu hibrida yang dianggap ramah lingkungan kini makin populer. Belanda akan mulai bekerja tahun depan di menara kayu hibrida seluas 140 meter di Rotterdam.

Atlassian, yang didirikan pada 2001 oleh Mike Cannon-Brookes dan Scott Farquhar, mengatakan menara itu akan menampung 4.000 staf dan membentuk pusat kawasan teknologi baru di kawasan pusat bisnis Sydney.

“Ruang yang kita bangun akan sangat berkelanjutan dan sangat fleksibel, itu akan dibangun untuk masa depan pekerjaan, untuk dunia besok, bukan hari ini,” kata Farquhar dalam sebuah pernyataan.

Dia mencatat realitas pasca Covid-19 lebih banyak orang yang kemungkinan bekerja dari rumah, tetapi mengatakan perusahaan masih membutuhkan kantor untuk berkembang.

“Sekarang kita bisa mendesain ruang ini terutama untuk cara-cara kerja baru ini,” tandasnya. (ATN)

Tags: AtlassianAustraliaGreen BuildingGreen Energy
No Result
View All Result

Terbaru

  • Limp Bizkit Names Malaysia as Its Only Asia Stop for 2026, Positioning Kuala Lumpur as Regional Rock Capital
  • Indonesia Targets Global Seafood Investment as Fishery Exports Reach US$6.27 Billion
  • Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow
  • Final Hours to Predict the 2026 World Cup Champion: Mansion Sports FC Offers IDR100 Million Prize
  • Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.