• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Bangun Kemandirian, Negara-negara Muslim Sepakat Perkuat Sinergi Ekonomi

by Redaksi Asiatoday
December 22, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bangun Kemandirian, Negara-negara Muslim Sepakat Perkuat Sinergi Ekonomi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad menyampaikan bahwa Iran, Malaysia, Turki, dan Qatar tengah mempertimbangkan opsi perdagangan emas antar negara serta sistem barter sebagai jaminan risiko sanksi ekonomi pada masa depan.

Pada akhir pertemuan Kuala Lumpur Summit di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (21/12/2019), Mahathir memuji Iran dan Qatar karena berhasil menahan embargo ekonomi. Dia juga mengatakan bahwa penting bagi negara Muslim untuk mandiri dalam menghadapi ancaman di masa depan.

“Dengan dunia menyaksikan negara-negara membuat kebijakan sepihak untuk menjatuhkan hukuman, Malaysia dan negara-negara lain harus selalu ingat bahwa risiko yang sama dapat datang kapan saja kepada kita,” kata Mahathir melansir Reuters, Sabtu (21/12/2019).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Negara-negara Arab yang bersekutu dengan AS, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar sekitar 2,5 tahun yang lalu atas tuduhan mendukung terorisme. Tuduhan tersebut dibantah oleh Doha.

Sementara itu, Iran dirundung berbagai sanksi ekonomi dari AS.

“Saya menyarankan agar kita meninjau kembali gagasan perdagangan menggunakan dinar emas dan perdagangan barter di antara kita,” ucap Mahathir.

Dia melanjutkan negara-negara tersebut akan membahas opsi ini secara serius dan berharap dapat menemukan mekanisme untuk menerapkannya.

Para pemimpin negara-negara itu sepakat mereka perlu melakukan lebih banyak bisnis di antara negara-negara Muslim dan berdagang dalam mata uang satu sama lain.

Konferensi tingkat tinggi yang dikecam oleh Arab Saudi karena dianggap bertabrakan dengan Organisasi Kerjasama Islam (OIC) ini, mewakili 57 negara mayoritas Muslim. Malaysia mengatakan semua anggota OIC telah diundang ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Kuala Lumpur tetapi hanya sekitar 20 perwakilan yang hadir.

Pada hari keempat dan terakhir KTT, tidak ada pernyataan bersama yang dirilis. KTT itu diperkirakan akan membahas masalah-masalah besar yang memengaruhi umat Islam, termasuk Palestina, Kashmir, dan nasib Muslim Rohingya di Myanmar serta kamp-kamp China untuk Muslim Uighur di wilayah barat Xinjiang. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Konferensi Islam AseanKuala Lumpur Summit 2019Negara-negara Islam
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.