• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Batalkan Haji dan Umrah, Arab Saudi Bisa Kehilangan Rp170 Triliun

by Redaksi Asiatoday
June 14, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Arab Saudi Perpanjang Masa Penangguhan Ibadah Umrah

Kompleks Ka'bah, di Mekkah Almuqaromah, Arab Saudi. Foto : harameyntr

ASITODAY.ID, RIYADH – Pemerintah Arab Saudi sedang mempertimbangkan pembatalan musim haji untuk pertama kalinya, sejak kasus covid-19 di negara itu mencapai 100 ribu.

“Masalah ini telah dipelajari dengan cermat dan berbagai skenario sedang dipertimbangkan. Keputusan resmi akan dibuat dalam waktu satu minggu,” kata pejabat senior dari kementerian haji dan umrah Arab Saudi, melansir Financial Times, Minggu (14/6/2020).

Haji menjadi ibadah tahunan terbesar di dunia yang menarik sekitar 2 juta orang setiap tahunnya. Sebelumnya, kerajaan juga menghentikan umrah pada tahun ini dengan alasan yang sama.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Padahal, Pemerintah Arab memiliki target ambisius untuk perluasan sektor pariwisata religi sebelum pandemi melanda. Di bawah program reformasi ekonomi Putra Mahkota Mohammed bin Salman, kerajaan berambisi menggandakan jumlah jamaah umrah asing menjadi 15 juta hingga akhir 2020.

Gabungan jamaah umrah dan haji paling tidak menghasilkan lebih dari USD12 miliar atau senilai Rp170 triliun (kurs Rp14.200) per tahun. Hilangnya sebagian besar pendapatan itu akan memberi tekanan lebih besar pada ekonomi yang lebih dulu dilanda guncangan akibat jatuhnya harga minyak dan pandemi.

Hotel dan operator pariwisata di kota suci Mekah dan Madinah akan sangat terpengaruh.

Salah satu opsi memungkinkan sejumlah kecil jamaah setempat tetap bisa melakukan haji, sambil menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kemungkinan lainnya adalah membatalkan musim haji sama sekali.

“Semua opsi ada di atas meja, tetapi prioritasnya adalah untuk kesehatan dan keselamatan jamaah,” kata pejabat kerajaan.

Jadwal ibadah haji 2020 seharusnya dilakukan pada minggu kedua bulan Muslim Dzulhijjah yang tahun ini jatuh pada 29 Juli hingga 4 Agustus.

Pemerintah Saudi setiap tahun harus mengorganisir jamaah dan memberlakukan kuota nasional dari masing-masing negara. Para pemimpin negara-negara Muslim seringkali mengajukan petisi kepada Raja Saudi untuk meningkatkan kuota nasional negara mereka, karena permintaan yang tinggi dengan daftar tunggu bisa mencapai 30 tahun.

Alokasi terbesar diberikan kepada Indonesia, salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, yang mengirimkan sekitar 200 ribu jamaah setiap tahunnya.

Namun, ini bukan kali pertama ibadah haji terkendala situasi. Ibadah haji juga pernah terkendala situasi politik, ekonomi, atau kesehatan sebanyak 40 kali sebelum berdirinya negara Arab modern pada 1932, menurut sebuah laporan oleh berbasis di Riyadh.

Sarjana tamu di the Middle East Program of Carnegie Endowment for International Peace, Yasmine Farouk, menilai apa pun tindakan yang diambil Arab Saudi akan memberikan konsekuensi politik dan ekonomi, baik di dalam dan luar negeri.

“Jika Arab melanjutkan haji sementara situasi covid-19 saat ini tidak membaik, mereka mungkin mengalami tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada sistem kesehatan negara itu, juga kritik internasional, bahkan mungkin tuntutan kompensasi,” kata Farouk.

Di sisi lain, jika Arab memutuskan meniadakan haji, ekonomi – terutama ekonomi lokal Mekah dan Madinah – akan menderita. (ATN)

Tags: Arab SaudiHajiUmrah
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.