• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Beijing Lockdown Usai Deteksi Varian Baru Covid-19 dari Inggris

by Redaksi Asiatoday
January 21, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Covid-19 di Xinfadi Lebih Ganas dari Virus Wuhan, Beijing Lockdown 28 Hari

Beijing Lockdown. Dok

ASIATODAY.ID, BEIJING – Pemerintah China memutuskan untuk melakukan lockdown Kota Beijing usai mendeteksi varian baru Covid-19 dari Inggris, Rabu (20/1/2021).

Dengan temuan ini menjadikan total sudah 60 negara yang telah mendapati kasus baru ini.

Terhitung mulai hari ini, sebanyak 1,6 juta penduduk di Kota Beijing tak boleh keluar sampai waktu yang ditentukan.

RelatedPosts

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Otoritas setempat memerintahkan semua penduduk distrik Daxing di selatan Beijing tetap berada di dalam rumah. Meskipun angka kasus harian di sana masih tergolong rendah, yakni tujuh kasus pada hari ini.

Sementara di Wuhan, kota yang diduga menjadi asal wabah virus corona, kegiatan masyarakat berjalan dengan lancar. Pasar dipenuhi pembeli, para penari lansia berlatih di taman dan bar-bar tetap buka.

Warga lokal mengatakan pemerintah China berhasil menangani krisis di Wuhan dengan baik.

“Wuhan mengalami tahun yang sulit pada tahun 2020,” kata Wang Chen (20), dikutip dari AFP.

Jumlah kasus Covid-19 secara global sudah mencapai 96,2 juta orang, dengan total korban meninggal mencapai 2,06 juta kasus. Namun adanya strain virus baru ini kian menambah kekhawatiran.

Selain mutasi dari Inggris, 23 negara lain juga telah melaporkan kasus varian Covid-19 dari Afrika Selatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) percaya kedua mutasi ini lebih mudah menular.

Kekhawatiran ini pun memicu pemerintah di seluruh dunia untuk memperkuat pembatasan guna memperlambat infeksi sampai vaksin tersedia secara luas.

Lebih dari 51 juta vaksin sudah terdistribusi di seluruh dunia. Namun WHO memperingatkan sebagian besar dosis dimonopoli negara kaya.

Israel menjadi negara dengan persentase vaksinasi tertinggi di dunia saat ini. Sedangkan Amerika Serikat telah memberikan suntikan terbanyak, disusul China dan Inggris.

India baru melakukan ekspor vaksin Covid-19 yang diproduksi secara lokal. Indonesia juga telah melakukan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan dan kelompok yang diprioritaskan di sejumlah daerah. (ATN)

Tags: BeijingChinaCOVID-19WHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.