• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Belarusia Bergolak, Bentrokan Pecah Pasca Pemungutan Suara Pilpres

by Redaksi Asiatoday
August 10, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Belarusia Bergolak, Bentrokan Pecah Pasca Pemungutan Suara Pilpres

Penangkapan demonstran di Belarusia. Ist

ASIATODAY.ID, MINSK – Gejolak politik di Belarusia memanas.

Demonstran dan polisi antihuru-hara terlibat bentrok di Minsk dan kota-kota lainnya di Belarusia usai berakhir pemungutan suara dalam pemilihan umum presiden pada Minggu 9 Agustus.

Para pengunjuk rasa marah usai saluran televisi nasional merilis exit poll yang menyatakan kemenangan petahana Alexander Lukashenko.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Di Minsk, polisi menggunakan granat kejut, peluru karet, dan meriam air untuk membubarkan massa di pusat kota. Terdapat sejumlah laporan yang menyebutkan adanya korban luka dalam bentrokan.

Hasil exit poll yang dirilis televisi nasional Belarusia memperlihatkan Lukashenko meraih hampir 80 persen suara. Tokoh oposisi utama dalam pilpres kali ini, Svetlana Tikhanovskaya, mengaku tidak percaya bahwa dirinya hanya meraup 7 persen suara.

“Saya mempercayai mata saya, dan saya melihat mayoritas warga ada di belakang kami,” kata Tikhanovskaya dalam sebuah konferensi pers pada Minggu malam.

Melansir BBC, Senin (10/8/2020), oposisi Belarusia meyakini adanya kecurangan yang dilakukan petahana. Tim kampanye Tikhanovskaya mengaku akan melakukan penghitungan sendiri secara manual.

Tikhanovskaya, ibu rumah tangga berusia 37 tahun, menjadi kandidat capres usai suaminya dijebloskan ke penjara di masa kepemimpinan Lukashenko.

Berkuasa sejak 1994, Lukashenko berjanji situasi di Belarusia akan “tetap terkendali” seperti sedia kala.

Sebelumnya, sejumlah tokoh oposisi ditahan menjelang pilpres Belarusia. Salah satu yang ditahan adalah Maria Kolesnikova, kepala tim kampanye Tikhanovskaya.

Kolesnikova akhirnya dibebaskan setelah sempat ditahan. Ia mengatakan Kepolisian Belarusia berdalih penangkapan terhadap dirinya merupakan kasus kesalahan identitas.
 
Sabtu kemarin, sedikitnya 10 orang ditangkap polisi di Minsk pada Sabtu malam. Penangkapan dilakukan saat ratusan pendukung oposisi membanjiri jalanan ibu kota Belarusia dengan mengibarkan bendera nasional. (ATN)

Tags: Alexander LukashenkoAsia EropaBelarusSvetlana Tikhanovskaya
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.