• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Bencana Longsor di Nepal, 18 Orang Tewas dan Puluhan Orang Hilang

by Redaksi Asiatoday
August 17, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bencana Longsor di Nepal, 18 Orang Tewas dan Puluhan Orang Hilang

Bencana longsor di wilayah Jugal, distrik Sindhupalchok, Nepal. Ist

ASIATODAY.ID, SINDHUPALCHOK – Bencana tanah longsor di Nepal menewaskan 18 orang dan 21 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Longsor terjadi di wilayah Jugal, distrik Sindhupalchok, pada Jumat kemarin.

Insiden terjadi di pagi hari. Material tanah longsor menimpa dan merusak 37 dari sekitar 137 rumah di desa Lidi. Dari 18 korban tewas, 11 di antaranya adalah anak-anak.

Pencarian korban hilang berlanjut hingga hari ini, Minggu 16 Agustus 2020. Tim pencari gabungan terdiri dari polisi, tentara, dan juga warga.

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

Otoritas Sindhupalchok telah mengevakuasi warga sekitar ke lokasi aman.

“Bukit di dekat lokasi kejadian juga rentan longsor, dan ada 25 rumah di bawahnya,” kata Inspektur Polisi Prajwol Maharjan dari Kepolisian Sindhupalchok.

“Karena adanya risiko tanah longsor, kami telah merelokasi warga ke tempat aman. Mereka akan tinggal sementara di tenda penampungan,” sambungnya, dilansir dari The Straits Times.

Desa Lidi merupakan satu dari sejumlah permukiman yang diidentifikasi Pemerintah Nepal sebagai zona rawan tanah longsor.

Menurut Otoritas Rekonstruksi Nasional Nepal, desa tersebut membutuhkan perlindungan, namun tidak butuh direlokasi.

Saat ini terdapat 327 permukiman warga di seantero Nepal yang membutuhkan perlindungan dari risiko tanah longsor.

Setelah melakukan studi geografi, otoritas Nepal membagi permukiman warga di zona bencana dalam tiga kategori: aman, membutuhkan perlindungan, dan relokasi.

“Jika langkah-langkah pencegahan sudah dilakukan untuk melindungi desa tersebut, seharusnya tragedi ini dapat dihindari,” kata Gopal Prasad Aryal, juru bicara Otoritas Rekonstruksi Nasional Nepal kepada media Xinhua.

Sementara itu, polisi mengatakan pemerintah daerah Sindhupalchok telah menulis surat ke pemerintah pusat Nepal untuk merelokasi keseluruhan desa Lidi usai terjadinya insiden. (ATN)

Tags: Bencana AlamBencana AsiaNEPAL
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.