• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

BI Optimis Indonesia Terhindar dari Resesi Ekonomi

by Redaksi Asiatoday
July 4, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kapan Indonesia Terbebas dari Jerat Utang Asing?

Bank Indonesia. Doc

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) optimis Indonesia terhindar dari resesi ekonomi.

Keyakinan itu didasarkan pada proyeksi BI bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap positif di kisaran 0,9-1,9 persen sepanjang 2020.

“Memang too early tapi sudah menggambarkan kita tidak sedang menuju ke titik resesi seperti yang dikhawatirkan banyak lembaga internasional. Meskipun kita lihat di triwulan II proyeksi pertumbuhan kita bisa melemah,” kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo dalam pemaparan di webinar LPPI, Jumat (3/7/2020).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Menurutnya indeks ekspektasi ekonomi yang dipengaruhi oleh future income dan future employment masyarakat masih berada di titik landai pada Mei 2020. Survei ini memberikan harapan bahwa angka per Mei 2020 relatif terhenti dan tidak akan turun pada periode berikutnya.

Kemudian volume perdagangan global pada Mei 2020 juga tercatat cukup melandai dari perkiraan awal. Hal ini dipicu oleh pembukaan perdagangan di China yang berdampak positif bagi kinerja perdagangan Indonesia.

“Ekspor Indonesia pada Mei menunjukkan perbaikan meskipun pada pertumbuhan negatif,” jelasnya.

Sementara kinerja ekspor sudah mulai terlihat pada beberapa komoditas terutama emas dan baja. Di sisi lain, rencana pembukaan kembali ekspor nikel yang sebagian besar dijual ke China juga akan memberikan dorongan kinerja ekspor.

Tak hanya itu, data indikator awal pada pengapalan ekspor di pelabuhan juga menunjukan adanya gambaran sedikit membaik meskipun tidak seperti sebelumnya. Total bongkar muat kapal impor di Juni relatif tercatat naik dibandingkan kuartal pertama yang lalu.

BI memprediksi defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) akan berada di bawah 1,5 persen dari PDB dan terbantu karena impor yang menurun tajam.

Angka Purchasing Manager’s Index (PMI) juga relatif terjadi perlambatan yang tertahan dan menandakan ada beberapa kegiatan manufaktur yang sudah mulai bergerak.

“Ini gambaran yang bisa kita lihat semoga ada titik cerah dari dark tunnel yang panjang di depan kita,” imbuhnya. (ATN)  

Tags: Bank IndonesiaResesi EkonomiResesi Global
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.