• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Biden: China Akan Bayar Pelanggaran HAM Terhadap Uighur

by Redaksi Asiatoday
February 18, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Biden: China Akan Bayar Pelanggaran HAM Terhadap Uighur

Presiden  Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Dok Potus

ASIATODAY.ID, BEIJING – Presiden  Amerika Serikat (AS) Joe Biden  memperingatkan China bahwa mereka akan membayar harga atas pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan.

Biden menegaskan hal itu saat ditanya mengenai penanganan minoritas Muslim oleh China di Xinjiang.

“Tentu kan ada dampaknya bagi China dan dia (Presiden China) tahu itu,” kata Biden, seperti dikutip AFP, Kamis (18/2/2021).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Presiden China, Xi Jinping mendapat kritik global karena telah menahan minoritas Uighur di kamp-kamp interniran dan pelanggaran Hak Asasi Manusia lainnya.

Menurut Biden, AS akan menegaskan kembali peran globalnya dalam menyuarakan HAM. Ia menambahkan akan bekerja sama dengan komunitas internasional untuk membuat China melindungi para muslim Uighur.

“China berusaha sangat keras untuk menjadi pemimpin dunia dan untuk mendapatkan julukan tersebut, mereka harus mampu mendapatkan kepercayaan dari negara lain,” kata Biden.

“Selama mereka terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan Hak Asasi Manusia, akan sulit bagi mereka untuk melakukan itu,” imbuhnya.

Dalam panggilan telepon dua jam dengan Xi bulan ini, Biden menekankan prioritas AS untuk melestarikan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Dia juga menyuarakan keprihatinan tentang praktik perdagangan dan masalah hak asasi yang “memaksa dan tidak adil” di Beijing. Hal ini termasuk tindakan keras di Hong Kong, penahanan Xinjiang, dan tindakan yang semakin tegas terhadap Taiwan yang diklaim Beijing milik mereka. (ATN)

Tags: ChinaHuman RightsJoe BidenSolidaritas Uighur
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.