• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Biden Kian Krisis Kepercayaan, Dukungan Publik Tersisa 43 Persen

by Redaksi Asiatoday
January 21, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
AS Minta Jepang, China dan India Lepas Cadangan Minyak Mentah

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Dok Potus

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Kepercayaan publik Amerika Serikat (AS) terhadap Presiden Joe Biden menurun drastis.

Pasalnya, rating persetujuan publik terhadap Biden turun ke level terendah kepresidenannya pekan ini.

Berdasarkan jajak pendapat Reuters/IPSOS terbaru yang dirilis, Jumat (21/1/2022), rakyat Amerika tampak kelelahan oleh pandemi Covid-19 dan pengorbanan ekonominya.

RelatedPosts

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny

Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert

Jajak pendapat nasional yang dilakukan pada 19-20 Januari 2022 itu, menemukan bahwa 43 persen orang dewasa AS menyetujui kinerja Biden di kantor, sedangkan 52 persen tidak setuju dan sisanya tidak yakin.

Jajak pendapat pekan sebelumnya telah menempatkan Biden pada peringkat persetujuan 45 persen dan ketidaksetujuan 50 persen.

Setelah memegang di atas 50 persen dalam bulan-bulan pertamanya menjabat, popularitas Biden mulai turun pada pertengahan Agustus ketika kematian akibat Covid-19 melonjak di seluruh negeri dan pemerintah Afghanistan yang didukung AS runtuh.

Kemerosotan yang sedang berlangsung dalam popularitas Biden membunyikan lonceng alarm di partainya, dengan Demokrat khawatir ketidakpuasan dapat membuat mereka kehilangan mayoritas kongres mereka dalam pemilihan 8 November.

Jika Partai Republik mengambil kendali Dewan Perwakilan AS atau Senat, agenda legislatif Biden bisa hancur.

Dalam konferensi pers yang jarang terjadi pada Rabu (19/1/2022), Biden mengakui rasa frustrasi warga Amerika pada penutupan tahun pertamanya di kantor.

Tetapi Biden berjanji untuk membuat kemajuan dalam memerangi tantangan besar dari pandemi dan inflasi, yang mencapai level tertinggi hampir 40 tahun pada bulan Desember ketika krisis kesehatan menggerogoti rantai pasokan global.

Jajak pendapat mingguan menunjukkan masalah utama tentang orang Amerika adalah ekonomi dan kesehatan masyarakat.

Pada titik yang sama dalam kepresidenan Donald Trump, sekitar 37 persen orang Amerika menyetujui kepemimpinannya di kantor, sementara 59 persen tidak setuju.

Jajak pendapat Reuters/Ipsos dilakukan secara daring dalam bahasa Inggris di seluruh Amerika Serikat. Jajak pendapat terbaru mengumpulkan tanggapan dari total 1.004 orang dewasa, termasuk 453 Demokrat dan 365 Republik. Dia memiliki interval kredibilitas yakni ukuran presisi, dari 4 poin persentase. (ATN)

Tags: Amerika SerikatJoe Biden
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.