• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Forum

BIMP-EAGA dan Korea Teken 11 Proyek Kerja Sama Tahap Tiga

by Redaksi Asiatoday
July 23, 2023
in Forum
Reading Time: 2 mins read
A A
0
BIMP-EAGA dan Korea Teken 11 Proyek Kerja Sama Tahap Tiga

Senior Officials Meeting (SOM) BIMP-EAGA di Seoul, Korea Selatan pada Kamis (20/7/2023). Foto: Ekon

ASIATODAY.ID, SEOUL – Indonesia secara konsisten terus mendorong kerja sama ekonomi sub-regional melalui Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMPE-EAGA).

Menindaklanjuti kesepakatan kerja sama antara BIMPE-EAGA dengan Republik Korea, dilakukan pertemuan Senior Officials Meeting (SOM) BIMP-EAGA di Seoul, Korea Selatan pada Kamis (20/7/2023).

Pertemuan itu dipimpin oleh Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN dan Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Dong Bae Kim dan Co-Chair BIMP-EAGA, Sekretaris Jenderal Kementerian Ekonomi Malaysia Dato’ Nor Azmie Bin Diron.

RelatedPosts

Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies

Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access

UNFPA Partners with Guardian Girls Indonesia and the Japan Foundation on SEA-WCD

BIMP-EAGA dan Korea Teken 11 Proyek Kerja Sama Tahap Tiga 1
Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Regional dan Subregional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Netty Muharni, saat berbicara dalam Senior Officials Meeting (SOM) BIMP-EAGA di Seoul, Korea Selatan pada Kamis (20/7/2023). Foto: Ekon

Dalam pertemuan tersebut, disahkan 11 proyek kerja sama melalui kerangka pendanaan BIMP-EAGA- Republic of Korea Cooperation Fund (BKCF).

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Asisten Deputi Kerjasama Ekonomi Regional dan Subregional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Netty Muharni.

Di forum itu, Netty mengingatkan kembali pentingnya penguatan mekanisme implementasi proyek-proyek BKCF, terutama melalui penguatan monitoring, dan peningkatan sinergi dengan pemangku kepentingan BIMP-EAGA lainnya seperti Cluster/Working Groups (CWGs), BIMP-EAGA Business Council (BEBC), akademisi, serta Pemerintah Daerah di kawasan sub-regional. Diperlukan juga program peningkatan kapasitas bagi berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas proposal dan kualitas implementasinya.

”Kita dapat memperluas kerja sama ini dalam semua sektor prioritas BIMP-EAGA di masa mendatang, khususnya dalam sektor ketahanan dan ketahanan energi serta transisi energi yang menjadi pembahasan secara global saat ini,” ungkap Netty.

Sebelumnya, di tahun 2021-2022 telah dilakukan 1st dan 2nd Round BKCF dengan total pendanaan US$3,5 juta yang telah menarik antusias dari berbagai sektor dan entitas BIMP-EAGA .

Pada tahun 2023 ini, kembali program BKCF digelar secara lebih inklusif dalam sektor konektivitas, pariwisata, lingkungan, dan pertanian-perikanan.

Lebih lanjut, dalam pertemuan ini juga menyetujui adanya logo resmi dan website BKCF agar kerja sama ini lebih dikenal dan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas. Pemanfaatan berbagai platform media sosial juga terus didorong seperti Facebook, Instagram, dan Twitter terutama untuk menjangkau kelompok milenial.

Pemerintah Korea berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusi pendanaan hingga US$6 juta per tahun pada tahun 2027. Proposal tahap ke-4 tahun 2024 akan dibuka pada Januari 2024.

Namun, forum sepakat untuk mendiseminasikan program tersebut sedini mungkin agar lebih banyak menarik proposal proyek yang berkualitas, inklusif, selaras dengan prioritas area dalam Visi BIMP-EAGA 2025, serta berkontribusi positif bagi perekonomian BIMP-EAGA.

Selama pertemuan berlangsung, perwakilan dari setiap negara dan institusi yang terlibat mengakui potensi dari kerja sama sub-regional ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, meningkatkan taraf hidup masyarakat, dan menciptakan peluang baru bagi dunia usaha di wilayah. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: BIMP-EAGAPertumbuhan Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.