• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Cadangan Emas Indonesia Capai 78,5 Ton, Setara 3,7 Persen Cadangan Devisa

by Redaksi Asiatoday
August 16, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Cadangan Emas Indonesia Capai 78,5 Ton, Setara 3,7 Persen Cadangan Devisa

Gold bar. Illustration

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia memiliki cadangan emas yang belum tersentuh.

Dari total cadangan devisa Bank Indonesia sebesar USD135 miliar pada akhir Juli 2020, hanya USD4,96 triliun atau 3,7 persen cadangan yang disimpan dalam emas.

Cadangan emas tersebut berbentuk emas murni dan tidak pernah tersentuh dalam beberapa dekade. Jumlahnya setara dengan 78,5 ton atau 2,5 juta troy ounce.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Kepala Ekonom PT Bahana Sekuritas Putera Satria Sambijantoro mengungkapkan, dengan cadangan devisa yang mencetak rekor tertinggi, Bank Indonesia (BI) memiliki ruang untuk mengandakan cadangan emasnya hingga 6 persen sampai 8 persen sebagai bagian dari diversifikasi portofolio untuk mengantisipasi risiko eksternal, tanpa menganggu misinya menjaga pasokan likuiditas valas di dalam negeri.

“Strategi ini ini diadopsi oleh Filipina yang menetapkan undang-undang emas pada Mei 2019 untuk membebaskan cukai dan pajak penghasilan dalam pembelian emas domestik oleh Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), yang kepemilikan emas batangannya sekarang mencapai 11,4 persen dari total cadangan valas,” ujar Satria dalam laporannya, dikutip Minggu (16/8/2020).

Langkah serupa juga dilakukan oleh bank sentral lainnya seperti China, India, Rusia dan Turki.

“Mereka telah menambah pembelian emas dalam beberapa tahun terakhir.”

BI merahasiakan alokasi aset strategis. Namun, dia menduga BI telah menginvestasikan sebanyak 40 persen cadangan devisa dalam bentuk kelas aset non-mata uang, seperti surat utang AS, surat utang Jepang dan instrumen pasar uang lainnya.

Berdasarkan profil utang luar negeri BI, Satria memperkirakan bank sentral dalam negeri memiliki USD74 miliar cadangan valas dalam bentuk dolar. Sisanya, USD4,95 miliar dan USD4,45 miliar masing-masing dalam bentuk yen dan euro untuk menutupi kebutuhan valas jangka pendek.

“Dengan demikian, kesempatan BI dapat meningkatkan kepemilikan emasnya melalui apa yang kami sebut sebagai ‘operasi kembar tiga’ – peningkatan dari ‘operasi kembar’ di mana bank sentral menjual dolar di pasar valas dalam kerangka stabilisasi nilai tukar, dan membeli obligasi pemerintah untuk menyuntikan kembali likuiditas rupiah dalam upaya sterilisasi,” jelasnya.

“Dalam hal ini, menurut kami emas dapat berperan sebagai bagian dari ekspansi neraca BI, tidak hanya membeli obligasi tetapi juga emas, meskipun dalam jumlah yang lebih kecil dibandingkan dengan obligasi,” tandasnya. (ATN)

Tags: Bank IndonesiaCadangan EmasDevisaEmasTambang Emas
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.