• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

CarbonX dan ACX Bangun Marketplace Khusus Karbon di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
March 28, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pajak Karbon: Indonesia Sejajar Inggris, Jepang, dan Singapura

Emisi karbon yang bersumber dari Pembangkit Batubara. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – CarbonX, pengembang aset karbon asal Indonesia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Bursa karbon digital pertama di dunia, AirCarbon Exchange (ACX) untuk bersama-sama mengembangkan sebuah marketplace karbon di Indonesia.

Direktur CarbonX, Dessi Yuliana mengungkapkan, kerjasama ini akan menyediakan sebuah platform pasar karbon domestik agar pengembang proyek karbon di Indonesia bisa terhubung dengan klien atau customer ACX yang tersebar di dunia internasional.

Marketplace ini memungkinkan pasar karbon Indonesia yang sedang bertumbuh untuk berkembang dengan pesat.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Upaya bersama ini akan memberikan semua aspek infrastruktur karbon yang komprehensif, dimana pembeli dan penjual di seluruh dunia dan di dalam negeri dapat bertransaksi secara transparan dan efisien,” jelas Dessi Yuliana, dalam keterangan resmi Senin (28/3/2022).

Komisaris CarbonX, Pandu Sjahrir menambahkan, saat ini Indonesia berkomitmen melakukan transisi menuju green ekonomi melalui target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 yang diwujudkan dalam Peraturan Presiden No.98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon.

Untuk mencapai target tersebut, diperlukan kolaborasi semua pihak dan kebijakan yang saling mendukung, karena menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Indonesia membutuhkan investasi sekitar 3.4 hingga 3.5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun untuk mencapai NZE tersebut.

“Skema platform marketplace karbon yang dibuat CarbonX dapat berkontribusi dalam membantu pendanaan investasi untuk mencapai target NZE. Jika ini semua berlangsung secara optimal, Indonesia dapat menjadi penghasil pasokan karbon offset yang besar dan berkontribusi untuk komitmen NDC, serta secara tidak langsung memberi manfaat sosial dan ekonomi,” terang Pandu.

Managing Director dan Co-Founder AirCarbon Exchange William Pazos mengatakan, kerjasama yang dilakukan dengan CarbonX akan semakin membuka kesempatan bagi produsen aset karbon di Indonesia.

“Pengumuman hari ini menandai tonggak sejarah dalam perkembangan cepat ACX sebagai salah satu marketplace karbon terbaik di dunia. Dengan memanfaatkan teknologi ACX, kerjasama dengan CarbonX akan segera diluncurkan. Pembeli dan penjual Indonesia akan segera mendapatkan akses ke pasar internasional dengan peserta dari 30 negara,” ungkap Pazos.

ACX telah diakui sebagai Bursa karbon terbaik dalam Voluntary Carbon Market Rankings 2021 – sebuah survei terbesar dan paling diawasi oleh pasar karbon sukarela (Voluntary Carbon Market/VCM). Dengan perdagangan pertama yang diselesaikan di platform pada awal 2021, Bursa ini telah berkembang secara signifikan dan berhasil memberi transparansi, efisiensi serta likuiditas ke pasar karbon sukarela. (ATN)

Tags: AirCarbon ExchangeCarbonXEmisi KarbonNetral Karbon
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.