• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Cegah Dampak Ekonomi Virus Corona, Bank Sentral China Siapkan Rp2.363 Triliun

by Redaksi Asiatoday
February 2, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Cegah Dampak Ekonomi Virus Corona, Bank Sentral China Siapkan Rp2.363 Triliun

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Bank Sentral China atau People’s Bank of China (PBOC) menyatakan telah menyiapkan dana likuiditas senilai 1,2 triliun yuan atau USD173,8 miliar atau setara Rp 2.363 triliun untuk menyuntik pasar melalui operasi reverse repo pada hari Senin, (3/2/2019).

Suntikan dana besar itu dilakukan bertepatan saat China membuka kembali pasar sahamnya setelah libur tahun baru dan di tengah serangan wabah virus corona.

Otoritas China telah berjanji untuk menggunakan berbagai kebijakan moneter untuk memastikan likuiditas cukup memadai. Dana itu juga dimaksudkan untuk mendukung perusahaan yang terkena dampak epidemi virus, yang sejauh ini telah menewaskan 305 nyawa.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Melansir CNA, Minggu (2/2/2020),
PBOC telah membuat pengumuman dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situsnya pada hari Minggu bahwa total likuiditas yang telah ditambahkan dalam sistem perbankan akan menjadi 900 miliar yuan.

Angka itu lebih tinggi dari periode yang sama pada tahun 2019. Sementara menurut perhitungan media Reuters berdasarkan data resmi bank sentral, 1,05 triliun yuan repo diatur untuk jatuh tempo pada hari Senin, yang berarti bahwa 150 miliar yuan dalam kas bersih akan disuntikkan.

Pasar saham, mata uang dan obligasi China semuanya telah ditutup sejak 23 Januari dan telah dijadwalkan untuk dibuka kembali Jumat lalu. Regulator pasar modal setempat bahwa pihaknya tidak akan lagi menunda pembukaan pasar.

The China Securities Regulatory Commission (CSRC) mengatakan telah mengambil keputusan setelah menyeimbangkan berbagai faktor, dan percaya dampak dari wabah virus coronan pada pasar hanya bersifat jangka pendek.

Untuk mendukung perusahaan-perusahaan yang terkena dampak virus corona, CSRC mengatakan perusahaan-perusahaan yang memiliki perjanjian gadai saham yang kedaluwarsa dapat mengajukan perpanjangan dengan perusahaan sekuritas, dan itu akan mendesak investor obligasi korporasi untuk memperpanjang tanggal jatuh tempo hutang.

CSRC juga mempertimbangkan untuk meluncurkan alat lindung nilai untuk pasar A-share untuk membantu mengurangi kepanikan pasar dan akan menangguhkan sesi malam perdagangan berjangka mulai hari Senin, katanya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: China VirusVirus KoronaVirus PneumoniaWuhan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.