• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Cegah Dominasi China, AS Investasikan Rp4.165 Triliun untuk Industri High Tech

by Redaksi Asiatoday
August 10, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
AS Minta Jepang, China dan India Lepas Cadangan Minyak Mentah

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Dok Potus

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah menandatangani undang-undang yang menjanjikan dana senilai USD280 miliar untuk manufaktur teknologi tinggi dan penelitian ilmiah di tengah kekhawatiran negara itu kehilangan keunggulan teknologinya dari China.

Investasi tersebut termasuk keringanan pajak bagi perusahaan yang membangun pabrik pembuatan chip komputer di AS. Kelompok bisnis telah lama mendorong lebih banyak dukungan pemerintah, dengan alasan perlunya mengurangi ketergantungan pada China.

Kekurangan global microchip meningkatkan urgensi panggilan mereka. Senat Tinggi Demokrat Chuck Schumer mengatakan, RUU itu adalah pengubah permainan yang akan memastikan kepemimpinan dan kemakmuran Amerika di abad berikutnya.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

“Otoritarian bersorak agar kami kalah dan berharap kami duduk di tangan kami. Dengan memberlakukan CHIPS dan Science Act, kami memperjelas bahwa kami percaya abad Amerika yang hebat lainnya ada di cakrawala,” ujarnya seperti dilansir BBC, Rabu (10/8/2022).

AS saat ini memproduksi sekitar 10 persen dari pasokan global semikonduktor, yang merupakan kunci untuk segala hal. Mulai dari mobil hingga ponsel, turun dari hampir 40 persen pada 1990.

Negara ini tidak sendirian dalam investasinya di industri ini. Uni Eropa musim semi ini mengatakan akan berkomitmen lebih dari 40 miliar euro untuk meningkatkan produksi chip komputer, sementara China juga telah meningkatkan investasinya dalam sains dan teknologi.

Kedutaan Besar China di Washington telah menentang RUU semikonduktor, menyebutnya mengingatkan pada mentalitas Perang Dingin. Selain investasi chip, RUU tersebut mengarahkan sekitar USD200 miliar ke lembaga seperti National Science Foundation, yang bertujuan untuk meningkatkan investasi di bidang-bidang seperti robotika dan komunikasi nirkabel.

Biden menyebutnya sebagai investasi sekali dalam satu generasi dan mengatakan itu sudah menghasilkan pertumbuhan di AS. Itu menunjuk pada rencana dari Micron untuk menghabiskan USD40 miliar untuk pembuatan chip memori, sebuah proyek yang diharapkan dapat menciptakan 40 ribu pekerjaan.

Ini merupakan pencapaian terbaru untuk Gedung Putih, yang juga baru-baru ini mencapai kesepakatan untuk memajukan rencana menyeluruh untuk memerangi perubahan iklim. Berbeda dengan rencana itu, yang ditentang oleh Partai Republik, RUU ini didukung oleh kedua belah pihak, meskipun menandai perluasan besar peran pemerintah AS ke domain yang sering diserahkan kepada sektor swasta. (ATN)

Tags: Amerika SerikatHigh TechIndo PasifikInovasi TeknologiNational Science Foundation
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.