• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Cegah Resesi Ekonomi, Uni Eropa Sepakati Stimulus USD2,1 Triliun

by Redaksi Asiatoday
July 22, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gugat Indonesia ke WTO, UE Ingin Hapus Inkonsistensi Aturan Ekspor Nikel

Markas besar Uni Eropa. ist

ASITODAY.ID, BRUSSELS – Sebuah kesepakatan bersejarah baru saja dilahirkan oleh para pemimpin Uni Eropa mengenai anggaran selama tujuh tahun ke depan untuk pemulihan ekonomi besar-besaran di tengah pandemi global covid-19.

Kesepakatan penting ini terjadi pada Selasa, 21 Juli 2020, setelah dilakukan perundingan intensif selama empat hari berturut-turut.

Kesepakatan anggaran sebesar 1,82 triliun euro atau USD2,1 triliun yang belum pernah terjadi sebelumnya ini akhirnya diumumkan untuk menghadapi resesi terburuk dalam sejarah Uni Eropa.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Ini adalah kesepakatan yang bagus, ini adalah kesepakatan yang kuat, dan yang paling penting ini adalah kesepakatan yang tepat untuk Eropa saat ini,” kata Presiden Dewan Eropa Charles Michel pada konferensi pers menyusul kesimpulan dari KTT tersebut, dilansir dari Xinhua, Rabu (22/7/2020).

Memuji pembicaraan maraton yang berakhir dengan sukses, Michel mengatakan perjanjian itu mengirimkan sinyal konkret bahwa Eropa telah bertindak.

Sementara mengakui ada aspek-aspek yang disesalkan dalam paket revisi setelah kesepakatan dibuat, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen tampak gembira dengan sumber daya baru yang aman. Ini akan membantu Uni Eropa membayar investasi yang dibiayai utang dalam jangka panjang.

“Eropa secara keseluruhan sekarang memiliki peluang besar untuk menjadi lebih kuat dari krisis. Kami memiliki banyak pekerjaan, tetapi malam ini adalah langkah besar menuju pemulihan,” tambah kata von der Leyen.

Setelah kesepakatan ini, rencana tersebut akan diajukan ke Parlemen Eropa untuk disetujui.

Pertemuan KTT secara fisik ini merupakan yang pertama oleh para kepala negara dan pemerintah negara-negara anggota UE.

Pada Sabtu pekan lalu, pertemuan menemui jalan buntu karena ketidaksepakatan atas sejumlah masalah termasuk ukuran keseluruhan dana, rasio hibah versus pinjaman, rabat yang ditawarkan kepada negara-negara kaya dan prasyarat untuk penggunaan uang. (ATN)

Tags: Resesi EkonomiResesi GlobalUni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.