• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Bangun Sistem Latihan Militer Baru Hadapi Ancaman AS

by Redaksi Asiatoday
February 23, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
China Bangun Sistem Latihan Militer Baru Hadapi Ancaman AS

Latihan Militer China Hadapi Ancaman AS. Dok PLA

ASIATODAY.ID, BEIJING – China akan membangun sistem pelatihan militer baru yang akan meningkatkan kemampuan militer dalam segala hal, termasuk memperkuat kemampuan untuk memenangkan pertempuran.

Sistem pelatihan baru tersebut juga makin memperkuat militer China menjadi militer kelas dunia.

Rencana besar itu telah disetujui oleh Presiden Xi Jinping yang juga Ketua Komisi Militer Pusat (CMC). Demikian dilaporkan Xinhua, dilansir dari Global Times, Selasa (23/2/2021).

RelatedPosts

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Indonesia Enters Aircraft Carrier Era

Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership

Keputusan tersebut juga menggarisbawahi pelatihan berorientasi pertempuran, mengeksplorasi paradigma latihan baru, dan meningkatkan manajemen operasi pelatihan serta kondisi pendukungnya.

Latihan militer adalah perang nyata

Mengutip laporan PLA Daily, Global Times melaporkan, keputusan CMC itu meminta militer China untuk berlatih seolah-olah latihan militer adalah perang nyata.

Keputusan CMC tersebut juga mendorong peningkatan latihan militer bersama dan dengan teknologi, mengikuti pola dan hukum pelatihan, serta memenangkan perang.

Pelatihan intensif tidak hanya buat prajurit, tetapi juga komandan. Kemudian, penciptaan lingkungan medan perang yang realistis adalah di antara prioritas sistem pelatihan baru, menurut laporan PLA Daily.

Song Zhongping, ahli militer China, mengatakan kepada Global Times pada Minggu (21/2), sistem pelatihan baru ini lebih menekankan pada penggabungan latihan dengan pertempuran nyata.

“Sistem pelatihan baru itu juga membutuhkan metode anyar, termasuk penempatan peralatan dan sarana untuk mendukungnya, guna membuat latihan lebih seperti perang sungguhan,” kata Song.

Dikatakan, China menghadapi situasi global yang berubah dengan cepat, terutama ancaman yang terus meningkat termasuk dari Amerika Serikat (AS) yang kuat. Ini telah memaksa PLA untuk meningkatkan kemampuannya untuk perang nyata.

AS telah mengirim kapal perang ke Laut China Selatan dan Selat Taiwan serta pesawat tempur di dekat daerah pesisir negeri tembok raksasa untuk pengintaian jarak dekat.

China bertujuan untuk menyelesaikan modernisasi pertahanan nasional dan angkatan bersenjata pada 2035, dan sepenuhnya mengubah PLA menjadi militer kelas dunia pada pertengahan abad ke-21, kata Xi saat membuka Kongres Partai Komunis China 2017. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • Indonesia Enters Aircraft Carrier Era
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.