• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

China Borong 6 Juta Ton Jagung dari Amerika Serikat

by Redaksi Asiatoday
January 30, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
UNCTAD: Perdagangan Global Mulai Recovery, Namun Belum Merata

Aktivitas ekspor dan impor di pelabuhan China. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China dilaporkan telah mengunci pembelian 6 juta ton jagung dari Amerika Serikat (AS) pada pekan ini.

Impor jagung China ini akan melampaui kuota yang ditetapkan oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Volume tersebut menjadi pembelian mingguan terbesar China menurut laporan Departemen Pertanian AS.

RelatedPosts

Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026

Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition

ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance

“China juga akan kembali mengimpor 2 juta ton jagung pada putaran pembelian ini sehingga melampaui kuota yang ditetapkan WTO,” sebut seseorang yang familiar dengan isu ini sebagaimana dilaporkan Bloomberg, Sabtu (30/1/2021).

China memang tengah meningkatkan pembelian berbagai produk pertanian dari AS menyusul pulihnya peternakan babi di negara tersebut usai diserang wabah Demam Babi Afrika (ASF).

Awal pekan lalu, Kepala Archer-Daniels-Midland Co., salah satu trader terbesar komoditas agrikultur, Juan Luciano menyebutkan China akan mengimpor total 25 juta ton jagung dari berbagai negara, termasuk dari Ukraina.

“Kami kira setok cadangan jagung di China lebih rendah dibandingkan dengan laporan pasar. Mereka berusaha membangkitkan kembali peternakannya, namun juga memperbaiki pakan untuk ternak sehingga memerlukan lebih banyak bahan baku,” kata dia.

Harga jagung berjangka di Chicagu naik 1,7 persen pada Jumat (28/1/2021) setelah sempat turun 0,2 persen sebelumnya. Di samping itu, AS juga dijadwalkan mengirim 5,9 juta ton jagung ke China musim ini sebelum mengirim 6 juta ton pesanan baru. Jika diakumulasi, jumlah ini lebih tinggi dari kuota 7,2 juta ton yang ditetapkan WTO untuk importasi dalam satu musim (September-Agustus).

Tahun lalu, China mengimpor 11,3 juta ton jagung dan melampaui kuota WTO untuk pertama kali. (ATN)

Tags: Amerika SerikatAsia TradeChina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Targets China’s Premium Travelers in Global Tourism Push
  • Indonesia and Viet Nam Forge New Strategic Roadmap to Deepen ASEAN Partnership
  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.