• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Cabut Visa Diplomatik AS ke Hong Kong dan Makau

by Redaksi Asiatoday
December 11, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Pertemuan AS-Tiongkok Sukses Capai Kemajuan Besar

China dan Amerika Serikat. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China  mengambil langkah tegas membalas tindakan Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Pemerintah China menyatakan akan menjatuhkan sanksi yang lebih banyak terhadap para pejabat AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying tidak memberikan nama spesifik dari mereka yang dijatuhi sanksi, tetapi mengatakan mereka termasuk orang-orang di cabang eksekutif dan legislatif.

RelatedPosts

Asia Drives Global Aquatic Production to Record High, Powered by Aquaculture Expansion

Indonesia and Germany Deepen Strategic Partnership Amid Global Uncertainty

Student Protests Spread Across Indonesia, Pressure Mounts on Prabowo Government

Demikian juga dengan keluarga dekat mereka serta organisasi non-pemerintah.

China juga akan mencabut izin masuk bebas visa ke Hong Kong dan Makau bagi pemegang paspor diplomatik AS, kata Hua dalam briefing reguler di Hong Kong seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (11/12/2020).

AS mengumumkan sanksi pada Senin terhadap 14 anggota Kongres Rakyat Nasional China

Pada saat Presiden Donald Trump  meningkatkan tekanan pada Beijing sebelum Presiden terpilih Joe Biden menjabat.

AS telah mengambil banyak tindakan terhadap Beijing dalam beberapa pekan terakhir, termasuk membatasi visa perjalanan untuk anggota Partai Komunis dan melarang impor kapas dari perusahaan yang terkait dengan militer di Xinjiang.

Seorang juru bicara di Kedutaan Besar AS di Beijing menolak mengomentari sanksi terbaru China, tetapi merujuk pada pernyataan yang mengungkapkan kekhawatiran tentang tindakan Beijing terhadap Hong Kong sebagai pusat keuangan.

Hong Kong terus diguncang oleh pergolakan politik dalam beberapa pekan terakhir.

Bulan lalu, China mengeluarkan resolusi yang memungkinkan diskualifikasi anggota parlemen Hong Kong yang dianggap tidak cukup setia. Akibatnya, sejumlah legislator oposisi mengundurkan diri secara massal.

Aktivis terkemuka Joshua Wong dan Agnes Chow juga dijatuhi hukuman penjara karena memimpin protes tahun 2019 di luar markas polisi.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengeluh tentang sanksi AS yang membatasi aksesnya ke layanan perbankan. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Asia Drives Global Aquatic Production to Record High, Powered by Aquaculture Expansion
  • Indonesia–Germany Set to Accelerate Economic and Industrial Alliance
  • Indonesia and Germany Deepen Strategic Partnership Amid Global Uncertainty
  • Danantara Raises US$1.5 Billion as Global Investors Flock to Indonesia Bond Offering
  • SMK and Moellhausen Encourage Local Indonesian Brands Expand into Global Markets
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.