• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 27, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China dan Rusia Siap Bersatu Melawan Hegemonisme dan Unilateralisme Barat

by Redaksi Asiatoday
December 31, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Putin Kecam Segala Upaya Menyalahkan China Terkait Covid-19

Vladimir Putin dan Xi Jinping. Ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – China dan Rusia harus memperkuat koordinasi strategis agar dapat menghadirkan lebih banyak manfaat bagi kedua bangsa dan menyuntikkan lebih banyak stabilitas kepada dunia, kata Presiden China Xi Jinping dalam sebuah pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang diadakan melalui tautan video pada Jumat (30/12).

Xi menekankan bahwa kedua belah pihak harus lebih memanfaatkan mekanisme yang ada untuk mendorong kemajuan dalam kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, energi, keuangan, dan pertanian.

China siap untuk membuka kembali perjalanan lintas perbatasan yang normal dengan Rusia dan negara-negara lain secara tertib, kata Xi.

RelatedPosts

Hormuz Holds Its Breath: Indonesia’s Pertamina Safely Steers Energy Tanker Through Middle East Flashpoint

Bhutan Bets $13 Million on Climate-Resilient Cities

Middle East Conflict Rocks Asia as Bangladesh Faces Mounting Food Security Threat

China siap bekerja sama dengan Rusia dan seluruh kekuatan progresif di dunia yang menentang hegemonisme dan politik kekuasaan untuk bersama-sama melawan unilateralisme, proteksionisme, dan perundungan, serta tegas menjaga kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan kedua negara, maupun kesetaraan dan keadilan internasional, tutur Xi.

Putin mengatakan bahwa dalam situasi internasional yang kompleks dan berat saat ini, hubungan Rusia-China mempertahankan momentum pembangunan yang sehat, mencatatkan kemajuan kerja sama yang stabil di berbagai bidang, termasuk energi, pertanian, transportasi, infrastruktur, olahraga, dan pertukaran antarmasyarakat.

Ketahanan, kedewasaan, dan stabilitas hubungan Rusia-China telah semakin meningkat, kata Putin, seraya menambahkan bahwa signifikansi koordinasi strategis antara kedua negara semakin menonjol dan bahwa hubungan bilateral dapat berfungsi sebagai model untuk hubungan antara negara-negara besar di abad ke-21.

Rusia bersedia untuk melanjutkan koordinasi yang erat dengan China pada berbagai platform multilateral, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO), BRICS, dan Kelompok 20 (G20), kata Putin. (Xinhua)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: BRICSChinaRusiaVladimir PutinXi Jinping
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Unveils Global Green Finance Push as Climate Investment Targets Tropical Forests
  • Hormuz Holds Its Breath: Indonesia’s Pertamina Safely Steers Energy Tanker Through Middle East Flashpoint
  • Bhutan Bets $13 Million on Climate-Resilient Cities
  • U.S. Backs Indonesia’s ESG Mining Drive as Global Demand for Critical Minerals Surges
  • Bank Jakarta Wins Three Awards at the 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.