• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Desak AS Batalkan Pertemuan Ekonomi dengan Taiwan

by Redaksi Asiatoday
September 15, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Tolak Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat Palestina

Negeri China. Ist

ASIATODAY.ID, TAIPEI – Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mendesak Amerika Serikat (AS) agar menghentikan rencana pertemuan ekonomi dengan Taiwan.

Pasalnya, pertemuan itu akan semakin merusak hubungan antara China dan Amerika Serikat.

Washington juga diminta untuk berhenti melakukan kerja sama dengan Taipei demi menjaga perdamaian dan kestabilan di wilayah Selat Taiwan.

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

“Menghentikan semua bentuk pertukaran resmi dengan Taiwan, untuk menghindari kerusakan serius hubungan antara China-AS serta perdamaian dan stabilitas di seluruh Selat Taiwan,” kata Wang dikutip dari AFP, Selasa (15/9/2020).

Media Taiwan melaporkan bahwa Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Pertumbuhan Ekonomi, Energi, dan Lingkungan, Keith Krach, berencana mengunjungi Taiwan akhir pekan ini. Kedatangannya dilakukan dalam agenda dialog ekonomi dan komersial dengan pemerintah Taiwan.

Kunjungan itu menyusul kunjungan Menteri Kesehatan AS, Alex Azar, ke Taipei bulan lalu. Azar adalah pejabat Kabinet AS tingkat tertinggi yang berkunjung sejak putusnya hubungan formal antara Washington dan pemerintah Taipei pada 1979, ketika AS menerima kebijakan satu China dengan Beijing.

Kunjungan Krach kemungkinan akan memicu kemarahan lebih lanjut dari China. Pasalnya, China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya sendiri dan sangat menentang setiap kontak resmi antara negara lain dengan pulau itu.

Kementerian Luar Negeri Taiwan pekan lalu mengonfirmasi pihaknya sedang dalam negosiasi dengan AS tentang pembicaraan resmi. Namun pemerintahan tidak mengomentari tanggal pasti atau sosok yang mungkin hadir mewakili Washington.

Ketegangan tinggi antara AS dan China terkait berbagai masalah termasuk perdagangan, keamanan siber, teknologi, dan undang-undang keamanan nasional baru Hong Kong. Hubungan semakin memburuk sejak wabah virus corona.

Trump menyalahkan China atas pandemi tersebut. Dia serta pemerintahannya telah berulang kali menuduh China menyembunyikan informasi penting tentang virus dari komunitas global. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaTaiwan
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.