• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Didesak 40 Negara Buka Akses Kepala HAM PBB Masuk ke Xinjiang

by Redaksi Asiatoday
June 23, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Tolak Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat Palestina

Negeri China. Ist

ASIATODAY.ID, NEW YORK – China menghadapi tekanan internasional terkait penyelidikan dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap Uighur di Xinjiang.

Lebih dari 40 negara pada Selasa (22/6/2021) mendesak China untuk membuka akses dan mengizinkan kepala Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB Masuk ke wilayah Xinjiang untuk melihat laporan bahwa lebih dari satu juta orang telah ditahan secara tidak sah di sana, mengalami penyiksaan atau kerja paksa.

Pernyataan sikap bersama terhadap China itu dibacakan oleh Duta Besar Kanada Leslie Norton atas nama negara-negara termasuk Australia, Inggris, Prancis, Jerman, Jepang dan Amerika Serikat (AS) kepada Dewan HAM PBB .

RelatedPosts

Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Selama ini, Beijing membantah semua tuduhan pelecehan terhadap Muslim Uighur dan menggambarkan kamp-kamp itu sebagai fasilitas pelatihan kejuruan untuk memerangi ekstremisme agama.

“Laporan yang dapat dipercaya menunjukkan bahwa lebih dari satu juta orang telah ditahan secara sewenang-wenang di Xinjiang dan bahwa ada pengawasan luas yang secara tidak proporsional menargetkan orang-orang Uigur dan anggota minoritas lainnya serta pembatasan kebebasan mendasar dan budaya Uigur,” demikian pernyataan sikap bersama tersebut.

“Kami mendesak China untuk membuka dan mengizinkan akses segera, bermakna, dan tak terbatas ke Xinjiang bagi pengamat independen, termasuk komisaris tinggi,” tambahnya, merujuk pada Michelle Bachelet, sebagaimana dilaporkan South China Morning Post (SCMP).

Pernyataan yang dipimpin Kanada itu mengutip laporan penyiksaan, sterilisasi paksa, kekerasan seksual dan pemisahan paksa anak-anak dari orang tua mereka oleh pihak berwenang.

Pernyataan ini juga mengecam undang-undang yang diberlakukan setahun lalu di Hong Kong terhadap apa yang dianggap China sebagai pemisahan diri dan terorisme. Pengadilan pertama akan dimulai minggu ini terhadap orang-orang yang ditangkap berdasarkan undang-undang tersebut.

“Kami sangat prihatin dengan memburuknya kebebasan mendasar di Hong Kong di bawah undang-undang keamanan nasional dan tentang situasi hak asasi manusia di Tibet,” katanya.

Sebelumnya pada Senin kemarin, Bachelet mengatakan kepada dewan bahwa dia berharap untuk menyetujui persyaratan untuk kunjungan tahun ini ke China, termasuk Xinjiang, guna memeriksa laporan pelanggaran serius terhadap Muslim Uigur.

Kantornya telah merundingkan akses sejak September 2018.

Pernyataan itu langsung mendapat balasan dari juru bicara misi diplomatik China di Jenewa, Liu Yuyin yang mengatakan kunjungan tersebut harus menjadi kunjungan persahabatan yang bertujuan untuk mempromosikan kerja sama daripada membuat apa yang disebut penyelidikan di bawah praduga bersalah. (ATN)

Tags: ChinaDewan HAM PBBHuman RightsSave UighurUN High Commissioner for Human Rights
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.