• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

China Hasilkan Emisi Karbon Dioksida Sebanyak 319 Juta Ton pada 2019

by Redaksi Asiatoday
June 18, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Hasilkan Emisi Karbon Dioksida Sebanyak 319 Juta Ton pada 2019

Emisi karbon dioksida, sumber polusi udara di China. Foto : in habitat

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China mencatat peningkatan emisi karbon dioksida terbesar sejak tahun 2011 yang bersumber dari bahan bakar fosil.

Menurut data BP Plc. dalam laporan tahunan Statistical Review of World Energy, emisi karbon dioksida China dari bahan bakar fosil meningkat 319 juta ton pada 2019 atau naik 3,4 persen sejak 2011.

Sementara itu, konsumsi minyak dan gas alam negara pengguna energi terbesar di dunia tersebut naik hingga mencapai rekor level tertinggi, sejalan dengan batu bara, menurut data yang dirilis Rabu (17/6/2020), melansir Bloomberg.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Peningkatan emisi gas rumah kaca terjadi kendati pertumbuhan ekonomi China pada akhir tahun telah mencapai titik terendah sejak setidaknya awal 1990-an.

Prospek emisi negara yang juga dikenal sebagai penghasil polusi terbesar di dunia ini telah tertahan pandemi virus Corona (Covid-19), yang menghentikan aktivitas industri pada awal tahun.

Meski demikian, baru-baru ini ada tanda-tanda rebound yang semakin kuat, termasuk rekor impor minyak dan pembangkit listrik yang tumbuh dengan tingkat tercepat sejak September.

Selain itu, lambannya aktivitas pada akhir 2019 telah mendorong Beijing untuk melonggarkan beberapa pembatasan lingkungan.

Penasihat kebijakan senior global untuk Greenpeace di Beijing, Li Shuo, mengatakan, China yang menambang dan mengkonsumsi separuh dari batu bara dunia, telah menambahkan pembangkit listrik yang membakar bahan bakar fosil karbon paling intensif sejak 2017.

Pembangkit-pembangkit listrik berdaya sekitar 46 gigawatt sedang dibangun di China pada Mei, menurut laporan kelompok ini yang diterbitkan pekan lalu.

“China telah menambah lebih banyak kapasitas tenaga batu bara sejak 2017 dan ada tanda-tanda bahwa hal ini memburuk,” kata Li.

“Langkah itu didorong oleh pemerintah daerah yang membangun infrastruktur berskala besar, mencari keuntungan ekonomi jangka pendek dan mengabaikan risiko keuangan jangka panjang,” terangnya. (ATN)

Tags: ChinaChina PolutanClimate CrisisClimate EmergencyEmisi KarbonPencemaran LingkunganPolusi Udara
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.