• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Invasi Perairan Natuna, Indonesia Tambah Pasukan Pengamanan

by Redaksi Asiatoday
January 3, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Invasi Perairan Natuna, Indonesia Tambah Pasukan Pengamanan

Bakamla kerahkan pasukan ke Laut Natuna. ist

ASIATODAY.ID, TANJUNGPINANG – Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa China telah melanggar Zona Ekonomi Eksklusif RI (ZEEI) di perairan laut Natuna.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mendesak pemerintah pusat agar memperketat pengawasan di perairan Natuna agar laut Natuna tidak diinvasi kapal asing, termasuk kapal China yang masuk tanpa ijin.

Menurut Pelaksana Gubernur Kepri Isdianto, persoalan kapal China yang masuk ke perairan Natuna, seharusnya tidak terjadi.

RelatedPosts

BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination

IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements

Indonesia’s Film Industry Trapped as a Foreign Content Market Amid Korean and Chinese Drama Surge

Pemprov Kepri, kata dia, memiliki keterbatasan dalam menangani permasalahan tersebut karena menyangkut pertahanan keamanan.

“Permasalahan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat, karena itu kami mandorong agar pengawasan du wilayah NKRI diperketat,” ujarnya.

Isdianto meyakini pemerintah pusat memperhatikan permasalahan pertahanan keamanan di kawasan perbatasan, seperti di Natuna. Aparat dari sejumlah institusi sudah memberi atensi terhadap permasalahan itu.

Negara tidak mungkin lepas tangan terhadap berbagai permasalahan yang mengganggu NKRI. Sebab, negara menyadari salah satu bagian terpenting dalam mengelola kawasan perbatasan adalah pertahanan keamanan.

“Bagian terpenting adalah mengawasi dan mengamankan wilayah NKRI, terutama di daerah perbatasan seperti Natuna,” katanya.

Isdianto berharap masyarakat Natuna tidak khawatir dengan kondisi itu. Pemerintah pusat dan aparat yang berwenang pasti akan melindungi wilayah NKRI.

“Pertahanan keamanan Kepri akan semakin kuat setelah gabungan TNI di wilayah barat dipusatkan di Tanjungpinang,” ujarnya.

Tambah Pasukan

Sementara itu, Badan Keamanan Laut (Bakamla) menegaskan akan menambah pasukan untuk mengamankan wilayah perairan laut Natuna.

“Kita pastikan akan dilakukan penguatan pengamanan. Kami sudah tambah dan kirim pasukan lagi. Itu dinamika, jadi tidak usah rapat pun sudah otomatis itu. Itu kewenangan di satuan masing-masing. Yang jelas tadi sudah disampaikan kepada Menlu, itulah sikap kita,” tegas Kapala Bakamla Laksdya Achmad Taufieqoerrochman di kantor Kemnko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (03/01/2020).

Achmad mengatakan pihaknya telah mengirim pasukan tambahan untuk melalukan patroli di Laut Natuna. Achmad menyebut TNI juga membantu Bakamla untuk mengamankan ZEE Indonesia.

“TNI pasti mengerahkan kekuatan juga,” jelasnya.

Menurut Achmad, Bakamla berada di bagian terdepan untuk mengamankan perairan Indonesia dan TNI akan membantu melakukan patroli.

“Tapi dalam kondisi damai saya bilang memang Bakamla di depan. Orang sekarang lebih senang menggunakan white-hull daripada grey-hull. Karena kalau kapal perang kan tensinya agak berbeda. Jadi Bakamla tetap di depan,” tegas Achmad.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia tidak akan mengakui 9 Garis Putus-putus China yang mengatakan bagian Laut Natuna adalah teritorial mereka. Achmad mengaskan bahwa Bakamla akan mengamankan wilayah perairan RI itu. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: BakamlaIndonesia vs ChinaKemenlu RINatunaZEE Natuna Utara
No Result
View All Result

Terbaru

  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements
  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.