• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Diplomat Corner

China Marah Besar Xi Jinping Disebut Diktator

by Redaksi Asiatoday
June 23, 2023
in Diplomat Corner
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Xi Jinping Kunjungi Arab Saudi, Perkuat Kerja Sama Dua Negara

Presiden China, Xi Jinping. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Duta Besar China untuk Washington memprotes pernyataan Presiden Joe Biden tentang pemimpin China, Xi Jinping.

Keduataan mengatakan Amerika Serikat (AS) harus segera bertindak untuk membatalkan dampak negatif atau menanggung semua konsekuensinya.

China sangat marah setelah Biden menyebut Xi sebagai diktator pada acara penggalangan dana di California, AS, Selasa (20/6), sehari setelah Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyelesaikan kunjungan ke Beijing yang bertujuan untuk menstabilkan hubungan antara negara adidaya.

RelatedPosts

Australia Deepens Strategic Partnership With Indonesia

Indonesia Reaffirms Ties With Iran Amid Regional Tensions

Australia and Indonesia Strengthen Strategic Partnership Through Cultural Diplomacy

Sebuah pernyataan dari kedutaan China pada Kamis pagi mengatakan duta besar China, Xie Feng, membuat pernyataan serius dan protes keras” kepada pejabat senior di Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS pada Rabu (21/6).

“Pemerintah dan rakyat China tidak menerima provokasi politik apa pun terhadap pemimpin tertinggi China, dan akan menanggapi dengan tegas,” kata pernyataan itu.

“Kami mendesak pihak AS untuk segera mengambil tindakan sungguh-sungguh untuk membatalkan dampak negatif dan menghormati komitmennya sendiri. Jika tidak, AS harus menanggung semua konsekuensinya.”

Pada Rabu (21/6), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning menyebut pernyataan itu sangat tidak masuk akal dan tidak bertanggung jawab.

Dia mengatakan mereka secara serius melanggar fakta, protokol diplomatik dan martabat politik China dan merupakan provokasi politik terbuka.

Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Vedant Patel mengatakan pada Rabu bahwa Washington terus mengharapkan keterlibatan diplomatik dengan China pada waktunya, ketika waktunya tepat dan bahwa Biden percaya diplomasi adalah jalan ke depan.

“Itu tidak berarti, dari tentu saja, kami tidak akan blak-blakan tentang perbedaan kami,” kata dia.

Pernyataan kedutaan Negeri Tirai Bambu mengatakan pernyataan Biden bertentangan dengan komitmen yang dibuat oleh pihak Paman Sam, dan merusak rasa saling percaya.

“Presiden Biden mengatakan secara eksplisit sebelumnya bahwa Amerika Serikat menghormati sistem China, tidak berusaha mengubahnya dan tidak memiliki niat untuk Perang Dingin baru. Tetapi dengan pernyataan tidak bertanggung jawab terbaru tentang sistem politik China dan pemimpin tertinggi, orang tidak bisa tidak mempertanyakan ketulusan pihak AS,” katanya. (Reuters)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Joe BidenXi Jinping
No Result
View All Result

Terbaru

  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.