• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

China Melangkah Maju di Sektor Energi Hijau dan Pengurangan Karbon

by Redaksi Asiatoday
February 20, 2023
in GREEN ENERGY
Reading Time: 1 min read
A A
0
China Melangkah Maju di Sektor Energi Hijau dan Pengurangan Karbon

Pengembangan energi hijau di China. Foto: Tangkapan layar

ASIATODAY.ID, BEIJING – China telah mengambil langkah besar dalam peralihan dari ketergantungannya terhadap batu bara ke energi terbarukan untuk produksi listrik, membantu tercapainya target “karbon ganda” negara itu dan mengatasi perubahan iklim global.

Pembangkit listrik energi terbarukan di China menghasilkan 2,7 triliun kWh listrik pada 2022, mencakup 31,6 persen dari total konsumsi listrik negara itu.

Kapasitas energi terbarukan yang baru dipasang mencapai 152 juta kilowatt, mencakup 76,2 persen dari total kapasitas pembangkit listrik yang baru dipasang di negara itu.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

China merampungkan beberapa proyek energi skala besar pada 2022, termasuk pengoperasian penuh pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Baihetan, yang terbesar kedua di negara itu.

Pengoperasian PLTA Baihetan menandai rampungnya koridor energi bersih terbesar di dunia, dengan enam PLTA raksasa di Yangtze beroperasi untuk menyalurkan listrik dari daerah barat yang kaya akan sumber daya ke daerah pengonsumsi energi di timur.

Percepatan pengembangan industri terbarukan China merupakan langkah nyata dalam upaya negara tersebut untuk mencapai puncak emisi karbon dioksida pada 2030 dan mencapai netralitas karbon pada 2060.

Pada 2022, produksi energi terbarukan China setara dengan pengurangan 2,26 miliar ton emisi karbon dioksida domestik. Ekspor produk fotovoltaik dan tenaga anginnya membantu negara-negara lain dalam mengurangi emisi sebanyak sekitar 573 juta ton.

Laporan terbaru dari Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) menunjukkan bahwa energi terbarukan akan mendominasi pertumbuhan pasokan listrik dunia selama tiga tahun ke depan, dan sebagian besar energi tersebut berasal dari China.

Laporan IEA itu memperkirakan bahwa China akan menyumbangkan lebih dari 45 persen pertumbuhan dalam produksi energi terbarukan pada periode 2023-2025, disusul oleh Uni Eropa dengan 15 persen. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Green Energy
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.