• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

China Pacu Peningkatan Target Energi Terbarukan

by Redaksi Asiatoday
June 2, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Pacu Peningkatan Target Energi Terbarukan

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah China meningkatkan target energi bersihnya pada tahun 2020. Pemerintah China pun intens memonitor target pencapaian setiap provinsi.

Melansir Bloomberg, Selasa (2/6/2020), Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (NDRC) menargetkan 28,2 persen pembangkit listrik berasal dari sumber yang terbarukan, naik 0,3 poin persentase dari tahun lalu.

Sementara itu, sumber non-pembangkit listrik tenaga air diperkirakan akan menyediakan 10,8 persen dari total listrik secara nasional, naik 0,7 poin persentase dari tahun lalu.

RelatedPosts

U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions

Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition

Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports

NDRC juga memberikan target individu untuk setiap provinsi dan wilayah, tidak termasuk Tibet, yang sudah mendapatkan mayoritas listrik dari sumber-sumber terbarukan.

Operator jaringan listrik, perusahaan pembangkit listrik, dan pengguna akan dimintai pertanggungjawaban untuk memenuhi target dan dapat dihukum dengan catatan kredibilitas buruk jika mereka tidak melakukannya.

Pengumuman itu dikeluarkan setelah China pekan lalu mengatakan memiliki ruang di jaringan listriknya untuk menyerap 52 persen lebih banyak listrik dari pembangkit tenaga angin dan matahari tahun ini daripada yang ditambahkan pada 2019.

Tim analis Morgan Stanley termasuk Simn Lee mengatakan peningkatan target dan peningkatan kapasitas menyiratkan bahwa instalasi terbarukan akan meningkat tahun ini

China pertama kali memperkenalkan rencana untuk sistem kuota energi terbarukan pada akhir 2017, dengan implementasi berdasarkan uji coba dilaksanakan tahun lalu.

Sistem ini dirancang untuk mengamankan permintaan energi bersih sambil mengurangi kapasitas yang idle. Sistem ini akan terus membantu negara untuk memenuhi target memperoleh 15 persen total energi dari bahan bakar non-fosil tahun 2020.

China telah mengembangkan lebih banyak kapasitas angin dan matahari daripada negara lain, tetapi ekspansi yang cepat telah membuat jaringan listrik kesulitan menampung listrik yang dihasilkan.

“Faktor kunci mengenai kebijakan ini bukanlah peningkatan sederhana pada target terbarukan 2020 tetapi pembentukan sistem pemantauan dan evaluasi jangka panjang untuk mengurangi pembatasan,” kata Lee. (ATN)

Tags: ChinaEnergiEnergi Baru TerbarukanEnergi HijauGreen Energy
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.