• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 27, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

China Panen USD52 Miliar dari Ekspor 224 Miliar Masker untuk Kebutuhan Global pada 2020

by Redaksi Asiatoday
January 14, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
UNCTAD: Perdagangan Global Mulai Recovery, Namun Belum Merata

Aktivitas ekspor dan impor di pelabuhan China. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – China mencatat jumlah fantastis ekspor masker di seluruh dunia sepanjang 2020.

Pasalnya, industri di negeri itu berhasil mengekspor 224 miliar masker dari Maret hingga Desember.

“Jumlah ini setara dengan hampir 40 masker untuk setiap orang di dunia di luar China, kata Li Kuiwen, seorang pejabat dari Administrasi Umum Kepabeanan, kepada wartawan, Kamis (14/1/2021).

RelatedPosts

Indonesia Targets Global Seafood Investment as Fishery Exports Reach US$6.27 Billion

Global Investors Double Down on Indonesia’s Nickel Boom With $169 Million HPAL Deal

Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil

Pengiriman masker ke seluruh dunia tersebut bernilai 340 miliar yuan (USD52 miliar), yang merupakan sekitar 2 persen dari total ekspor China pada tahun 2020.

Li mengatakan, perusahaan China juga mengekspor peralatan pelindung pribadi lainnya senilai hampir 100 miliar yuan.

“Secara total, ekspor alat kesehatan dan obat-obatan naik 31 persen tahun lalu dibandingkan tahun 2019,” ujarnya dikutip dari Bloomberg, Kamis (14/1/2021).

Permintaan akan masker, pakaian dan gaun rumah sakit, ventilator, dan barang terkait pandemi lainnya adalah pendorong utama rekor kinerja ekspor China pada tahun 2020, bersama dengan barang-barang seperti, komputer dan peralatan kerja dari rumah lainnya yang diperlukan untuk populasi yang terkunci di seluruh dunia.

Dengan negara-negara dari AS hingga Jepang sekarang berjuang melawan gelombang virus baru dan memberlakukan kembali pembatasan, penjualan masker dan barang pelindung lainnya akan terus melonjak.

“Permintaan barang China mungkin tetap kuat dalam beberapa bulan ke depan dengan lonjakan infeksi Covid-19 baru-baru ini di AS dan Eropa,” ujar Kepala Ekonom China di Standard Chartered Plc di Hong Kong Ding Shuang. (ATN)

Tags: Asia BusinessChina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Hormuz Holds Its Breath: Indonesia’s Pertamina Safely Steers Energy Tanker Through Middle East Flashpoint
  • Bhutan Bets $13 Million on Climate-Resilient Cities
  • U.S. Backs Indonesia’s ESG Mining Drive as Global Demand for Critical Minerals Surges
  • Bank Jakarta Wins Three Awards at the 23rd Infobank-MRI Banking Customer Experience Appreciation 2026
  • Middle East Conflict Rocks Asia as Bangladesh Faces Mounting Food Security Threat
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.