• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Siap Hadapi Apapun Ancaman Sanksi AS

by Redaksi Asiatoday
July 16, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Tolak Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat Palestina

Negeri China. Ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – China siap menghadapi segala ancaman dari Amerika Serikat (AS).

China mengatakan bahwa mereka tidak takut akan sanksi apa pun yang mungkin diterapkan oleh Amerika Serikat (AS) atas situasi di Laut China Selatan.

China menuduh AS menggerakkan masalah dan mengacaukan kawasan itu.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Kami berharap AS tidak akan melangkah lebih jauh ke jalan yang salah,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, melansir AFP, Kamis (16/7/2020).

Pernyataan itu muncul setelah Asisten Menteri Luar Negeri untuk Asia Timur David Stilwell pada Selasa memperingatkan kemungkinan sanksi terhadap pejabat dan perusahaan China yang terlibat pemaksaan di Laut China Selatan.

“Semuanya bisa terjadi. Ada ruang untuk (sanksi) itu. Ini adalah bahasa yang dimengerti China, tindakan demonstratif dan nyata,” ungkap Stilwell, kepada sebuah lembaga think-tank Washington.

Stilwell berbicara sehari setelah Amerika Serikat menolak klaim China atas sumber daya lepas pantai di sebagian besar Laut China Selatan.

Bagi AS tindakan China ’benar-benar melanggar hukum’.

Amerika Serikat telah lama menentang klaim teritorial China yang ekspansif di Laut China Selatan. Mereka telah mengirim kapal perang secara teratur melalui jalur air strategis, untuk menunjukkan kebebasan navigasi.

Tetapi pengumuman hari Senin adalah pertama kalinya AS menyatakan klaim China ilegal. Negeri Tirai Bambu mengklaim 90 persen dari laut yang berpotensi kaya energi.

Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam juga mengklaim bagian dari itu. Beijing telah membangun pangkalan-pangkalan di atol di wilayah tersebut tetapi mengatakan niatnya damai. (ATN)

Tags: Amerika SerikatChinaLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.