• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

China Tolak Keinginan WHO Investigasi Asal Muasal Covid-19 di Wuhan

by Redaksi Asiatoday
August 13, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Wuhan Mulai Recovery, Tencent Siap Alirkan Investasi

Kota Wuhan mulai bergeliat. Ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – Pemerintah China menolak seruan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk penyelidikan baru tentang asal-usul Covid-19 di Wuhan.

China beralasan, penyelidikan kali ini lebih didorong motivasi politik bukannya ilmiah untuk mengetahui bagaimana virus itu dimulai.

Tekanan sekali lagi meningkat di Beijing untuk mempertimbangkan penyelidikan baru tentang asal usul pandemi yang telah menewaskan lebih dari 4 juta orang dan melumpuhkan ekonomi di seluruh dunia sejak pertama kali muncul di kota Wuhan.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Sebuah tim ahli internasional WHO pergi ke Wuhan pada bulan Januari untuk menghasilkan laporan fase pertama, yang ditulis bersama dengan rekan-rekan mereka di China. Namun tim itu gagal menemukan posisi konklusif tentang bagaimana virus dimulai.

Pada hari Kamis (12/8/2021), WHO mendesak China untuk membagikan data mentah dari kasus Covid-19 paling awal untuk menghidupkan kembali penyelidikannya tentang asal-usul penyakit.

China dengan tegas membalas, mengulangi posisinya bahwa penyelidikan awal sudah cukup dan bahwa panggilan untuk data lebih lanjut dimotivasi oleh politik daripada penyelidikan ilmiah.

“Kami menentang penelusuran politik dan mengabaikan laporan bersama yang dikeluarkan setelah kunjungan tim ahli WHO ke Wuhan pada Januari, “ kata wakil menteri luar negeri Ma Zhaoxu kepada wartawan, Jumat (13/8/2021).

“Kami mendukung penelusuran ilmiah.”

Laporan itu mengatakan, virus yang melompat dari kelelawar ke manusia melalui hewan perantara adalah skenario yang paling mungkin, sementara kebocoran dari laboratorium virologi Wuhan dianggap sangat tidak mungkin.

Ma menolak saran dari jalur penyelidikan baru. “Kesimpulan dan rekomendasi laporan bersama WHO dan China diakui oleh komunitas internasional dan komunitas ilmiah,” katanya.

“Pekerjaan ketertelusuran global di masa depan harus dan hanya dapat dilakukan lebih lanjut berdasarkan laporan ini, daripada memulai yang baru”. (ATN)

 

Tags: ChinaCOVID-19WHOWuhan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.