• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Covid-19 Dorong Transformasi Digital Perbankan di Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
May 24, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Covid-19 Dorong Transformasi Digital Perbankan di Asia Tenggara

Kantor Fitch Ratings. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pandemi coronavirus (Covid-19) dinilai turut membawa perubahan besar-besaran bagi industri perbankan.

Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings, memproyeksikan pandemi Covid-19 turut mendorong transformasi digital industri perbankan di wilayah Asia Tenggara.

Tim Fitch Ratings menuliskan, pandemi Covid-19 menghasilkan fenomena social distancing. Para pelanggan diperkirakan akan beralih kepada layanan yang lebih nyaman selama krisis.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Menurut Fitch, bank dengan sistem digital yang telah mapan dan maju akan memperoleh keuntungan dari tren tersebut. Selain itu, perbankan akan memetik manfaat dari potensi peningkatan produktivitas serta penghematan biaya dari cabang-cabang yang ditutup dalam jangka menengah.

Fitch mencatat, banyak bank besar di kawasan Asia Tenggara telah melaporkan lonjakan aktivitas perbankan online atau daring sejak terjadinya pandemi Covid-19. Fitch menjadikan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebagai salah satu contoh.

Fitch menyebut BBRI melaporkan sekitar 88 pertumbuhan secara year on year (yoy) untuk aktivitas internet banking pada kuartal I/2020. Tren itu juga terjadi untuk bank perbankan besar di Filipina dan Malaysia.

Untuk Singapura, tiga bank besar di negara itu tidak hanya melaporkan kenaikan signifikan dalam transaksi digital tetapi juga pembukaan akun digital. Masyarakat Negeri Singa juga banyak menggunakan platform layanan perencanaan keuangan.

“Kami memperkirakan tren ini akan bertahan bahkan setelah wabah mereda, karena pelanggan yang terbiasa dengan transaksi berbasis tunai dan konter mempertahankan kebiasaan mereka yang baru diadopsi,” demikian laporan tim Fitch Ratings dalam publikasinya yang dimonitotor, Minggu (24/5/2020).

Fitch memandang, perbankan dipaksa untuk berinovasi lebih cepat atau berisiko tertinggal. Perbankan kecil dengan kemampuan digital di bawah perusahaan sejenis lainnya akan berisiko terhadap perubahan dinamika persaingan.

Fitch meyakini perbankan akan lebih aktif lagi dalam mengejar pertumbuhan melalui saluran digital. Adapun, layanan cabang yang ada kemungkinan akan diarahkan kepada nilai tambah yang lebih tinggi.

“Kami memperkirakan bahwa bank-bank di pasar-pasar utama ASEAN rata-rata telah meningkatkan pendapatan sebesar 8 persen CAGR selama 2014–2019 sementara jaringan cabang mereka menyusut sebesar 1 persen CAGR,” tulis Fitch Ratings.

Fitch mengungkapkan, tingkat adopsi perbankan digital yang secara signifikan lebih tinggi akan membantu lebih banyak bank yang sudah mapan dan maju secara digital untuk memperluas keunggulan kompetitif.

Regulator di seluruh wilayah telah memperpanjang tenggat waktu untuk pemberian lisensi bank virtual sebagai hasil dari pandemi, yang kami prediksi juga menyingkirkan bank daring lebih lemah, namun bercita-cita tinggi untuk bersaing memperebutkan lisensi.

“Penantang yang lebih mapan, terutama yang berasal dari latar belakang perbankan nontradisional, akan cenderung menilai kembali strategi bank digital mereka atau memfokuskan waktu mereka untuk mengelola bisnis mereka yang sudah ada,” demikian Tim Fitch.

Kendati demikian, Fitch menyebut akselerasi tingkat digitalisasi tidak akan berdampak signifikan terhadap peringkat bank dalam waktu dekat. Pasalnya, lingkungan operasi yang lebih lemah memiliki dampak yang lebih nyata dan langsung kepada keuangan pada masa mendatang. (ATN)

Tags: Asia BusinessAsia Pasifik DigitalDigital PerbankanFitchPerbankanPerbankan IndonesiaTransformasi Digital
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.