• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Darurat Iklim: Lebih 2 Juta Warga di Kawasan Tanduk Afrika Terpaksa Mengungsi

by Redaksi Asiatoday
March 17, 2023
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Darurat Iklim: Lebih 2 Juta Warga di Kawasan Tanduk Afrika Terpaksa Mengungsi

Para pengungsi menunggu distribusi makanan dari LSM setempat di Distrik Baidoa, Somalia. Dok Xinhua

ASIATODAY.ID, NAIROBI – Keadaan darurat iklim, termasuk kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan, yang meningkat di kawasan Tanduk Afrika memaksa warga sipil untuk bermigrasi, kata Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), sebuah badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Rabu (15/3).

Lebih dari dua juta orang di Djibouti, Ethiopia, dan Somalia mengungsi secara internal di tengah musim kemarau yang berkepanjangan, kata IOM dalam sebuah pernyataan yang dirilis di Nairobi, ibu kota Kenya, mengutip statistik dari sejumlah badan kemanusiaan.

Wakil Direktur Regional IOM untuk Afrika Timur dan Tanduk Afrika Justin McDermott mengatakan bahwa mengatasi krisis iklim akan membantu upaya menstabilkan mobilitas manusia, perdamaian, dan pertumbuhan hijau.

RelatedPosts

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

Menurut McDermott, respons lintas perbatasan sangat penting untuk menghentikan peningkatan krisis migrasi paksa dan ketegangan etnis yang dipicu oleh berbagai bencana akibat iklim, seperti kekeringan di kawasan tersebut.

Lebih dari 20 juta orang bergulat dengan kerawanan pangan akut di Ethiopia, Kenya, dan Somalia di tengah kekeringan terburuk yang melanda kawasan Tanduk Afrika dalam empat dekade terakhir, menurut sejumlah badan bantuan.

McDermott menyerukan koherensi kebijakan dan implementasi cepat dari intervensi lokal, nasional, maupun regional untuk mengatasi keadaan darurat iklim dan berbagai dampaknya, termasuk mobilitas paksa.

Dia mengatakan bahwa lokakarya dua hari yang digelar oleh IOM dan para mitra di Nairobi pada Rabu itu akan mengeksplorasi cara-cara inovatif dalam mengatasi perubahan iklim sebagai sarana untuk mendorong pembangunan ekonomi hijau dan mobilitas yang aman di kawasan tersebut.

McDermott menambahkan bahwa mengatasi krisis iklim di kawasan Tanduk Afrika menjadi kunci untuk memfasilitasi migrasi yang aman, tertib, dan manusiawi, selain juga mempercepat realisasi Agenda PBB 2030.

Kawasan Tanduk Afrika sering digambarkan sebagai hotspot iklim, dengan peristiwa kekeringan, banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan yang rutin terjadi memicu pengungsian penduduk sipil dalam skala besar, termasuk kaum nomaden dan petani swasembada (petani yang fokus pada usaha membudidayakan bahan pangan dalam jumlah cukup untuk mereka sendiri dan keluarga). (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: AfrikaIOMKrisis IklimPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution
  • Indonesia Tells Global Leaders: Net Zero Means Nothing Without Nature
  • As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes
  • Indonesia Bets on AI to Fix Healthcare Gaps, But Risks Leaving Vulnerable Workers Behind
  • Indonesia Flags Trafficking, Extortion Risks at Singapore-Malaysia Gateway
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.