• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Darurat Ketahanan Keluarga di Indonesia: 50 Kasus Perceraian Terjadi Setiap Jam

by Redaksi Asiatoday
July 5, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Darurat Ketahanan Keluarga di Indonesia: 50 Kasus Perceraian Terjadi Setiap Jam

Palu Sidang Pengadilan. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ketahanan keluarga di Indonesia kini dalam kondisi darurat. Pasalnya, 50 kasus perceraian terjadi dalam setiap jam di negeri itu.

“Ada 70 juta keluarga dimana 20 persennya Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), 43 persen belum sejahtera, 9 persen miskin, 10 persen lansia dan tingkat cerai tinggi sekitar 1.200 per hari atau 50 perceraian per jam,” kata Euis Sunarti, Guru Besar dan Pakar Ketahanan Keluarga IPB University melalui keterangan tertulisnya, Senin (5/7/2021).

Keluarga di Indonesia tumbuh dalam keragaman agama, suku bangsa, adat dan budaya, status sosial, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), status kesehatan (stunting), ragam zona ekologi (pesisir pantai, pegunungan, kehutanan, pertambangan) dan sebagainya.

RelatedPosts

Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis

Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content

Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government

“Hal ini jika tidak dikelola dengan baik akan menjadi tantangan bagi pola nafkah. Terlebih lagi kondisi wilayah Indonesia yang rawan bencana serta adanya kemajuan teknologi informasi. Ini semua akan mendatangkan ancaman, peluang dan tantangan,” imbuhnya.

Menurut Euis, Revolusi Industri 4.0 tentu bermanfaat tetapi pada sisi lain berdampak negatif terhadap kehidupan sosial, khususnya keluarga sebagai unit sosial terkecil.

Ketidaksiapan keluarga dalam menghadapi Volatile, Uncertainty, Complexity, Ambiguity (VUCA) akan melahirkan keluarga yang pecah (saturated family). Keluarga juga menghadapi perluasan kerentanan dan potensi krisis serta gangguan kualitas hidup.

Lebih jauh dia menerangkan, keluarga menghadapi residu ancaman dan risiko dari teknologi informasi di media sosial. Dimana terdapat konten pornografi dan penyimpangan sosial dan seksual. Adiksi terhadap gim dan pornografi yang bisa diakses bukan hanya oleh orang dewasa tapi juga anak-anak sehingga memungkinkan mereka terjerat perilaku menyimpang.

“Selain itu keluarga pun bisa terjerat perangkap teknologi digital dan sosial media yang telah mengkonsumsi waktu dan energi serta keseimbangan hidup mereka,” ujarnya.

“Kebutuhan menjawab tantangan, membutuhkan adanya percepatan dalam edukasi, pemberdayaan, layanan, instrument evaluasi, online dan digital. Sehingga arah pembangunan harus memberikan daya dukung bagi keluarga agar dapat melaksanakan peran dan fungsinya yang beragam,” imbuhnya.

Lahirnya Koalisi Nasional Pembangunan Keluarga (KPNK) bermaksud untuk membentuk jejaring dan bermitra dengan seluruh lapisan masyarakat untuk membantu pemerintah melakukan percepatan pembangunan Indonesia.

“KNPK juga membantu menemukan terobosan program yang memiliki daya ungkit untuk meminimalisir degradasi agar keluarga Indonesia menjadi pondasi peradaban bangsa dan benteng ketahanan nasional,” tandasnya. (ATN)

Tags: Ketahanan KeluargaPerceraianTransformasi Digital
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.