• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 27, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

DARURAT KORUPSI DI INDONESIA: Perguruan Tinggi harus Berbenah

86 Persen Koruptor Alumni Perguruan Tinggi dan Mayoritas Bergelar Master

by Redaksi Asiatoday
November 16, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Asia Selatan dan Tenggara Sudah Darurat Korupsi

Korupsi. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia tengah berada dalam situasi darurat korupsi. Perguruan Tinggi pun berada dalam sorotan.

Menurut Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron, 86 persen koruptor adalah alumni perguruan tinggi dan rata-rata menduduki jabatan penting. Bahkan, sebagian besar koruptor yang ditangkap bergelar master.

“Urutan pertama paling banyak bergelar master, nomor dua sarjana. Karena sekarang untuk naik jabatan mensyaratkan pendidikan, kebanyakan master,” kata Ghufron dalam dalam Kuliah Umum Antikorupsi di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Surabaya yang diselenggarakan secara hybrid, Senin (15/11/2021).

RelatedPosts

Middle East Conflict Rocks Asia as Bangladesh Faces Mounting Food Security Threat

Indonesia, U.S. Deepen Air Defense Cooperation as Indo-Pacific Security Challenges Grow

Venezuela Quake Disaster: UN Rallies International Emergency Response

Ghufron memandang, perguruan tinggi sebenarnya berperan penting sebagai pencetak generasi bangsa yang memiliki andil dalam pemberantasan korupsi.

Ghufron menjelaskan bahwa tujuan pendidikan tinggi adalah untuk meningkatkan intelegensi, pengetahuan, dan keterampilan.

Akan tetapi hanya pengetahuan dan keahlian yang dievaluasi hasilnya. Sementara komitmen dan hati tidak terukur.

Menurutnya, ini membuat pendidikan tinggi di Indonesia orientasinya untuk mengantarkan para generasi bangsa untuk mencari pekerjaan.

“Kesannya lembaga pendidikan tinggi orientasinya hanya uang,” ujarnya.

Ghufron merinci, selama KPK berdiri setidaknya sudah 155 Kepala Daerah dari 514 Kabupaten/Kota yang terjerat kasus korupsi.

Dari 155 itu, sudah 27 Gubernur atau Wakil Gubernur dari 34 provinsi bermasalah. Hal tersebut belum yang digabung dengan penangkapan pejabat dari pemerintah pusat, menteri, hakim, hingga kepala dinas.

Dia menuturkan yang diringkus KPK seratus orang, tapi yang ingin menggantikannya ribuan orang.

“Karena terproduksi oleh lembaga pendidikan yang mengorientasikan kehidupan ilmunya kepada uang. Ini tujuan kami datang ke sini, menjelaskan bahaya korupsi,” ungkapnya. (ATN)

Tags: Korupsi AsiaKorupsi IndonesiaKPK
No Result
View All Result

Terbaru

  • Middle East Conflict Rocks Asia as Bangladesh Faces Mounting Food Security Threat
  • World Bank Backs Cambodia’s Green Industry Drive with $115 Million Energy Investment
  • Indonesia Uses Nickel Dominance to Court South Korean Investment in Global EV Supply Chain
  • Limp Bizkit Names Malaysia as Its Only Asia Stop for 2026, Positioning Kuala Lumpur as Regional Rock Capital
  • Indonesia Targets Global Seafood Investment as Fishery Exports Reach US$6.27 Billion
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.