• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

DARURAT POLUSI UDARA DI INDIA: Kota New Delhi Dikepung Kabut Asap Beracun

by Redaksi Asiatoday
November 6, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
DARURAT POLUSI UDARA DI INDIA: Kota New Delhi Dikepung Kabut Asap Beracun 1

Polusi udara menyelimuti Kota New Delhi, India. Ist

ASIATODAY.ID, NEW DELHI – Negeri India menghadapi situasi darurat polusi udara.

Sekolah-sekolah Dasar di Kota New Delhi terpaksa ditutup untuk melindungi anak-anak agar tidak terpapar kabut asap beracun yang menyelimuti kota itu. Demikian disampaikan oleh otoritas setempat pada, Jumat (4/11/2022).

Laporan AFP, sumber polusi berasal dari asap pembakaran tunggul tanaman dari petani, knalpot kendaraan, dan emisi pabrik. Kondisi ini terjadi di setiap kali memasuki musim dingin.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Pada hari Jumat, tingkat partikel PM2.5 paling berbahaya – sangat kecil sehingga mereka dapat memasuki aliran darah – hampir 25 kali lipat maksimum harian yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menurut perusahaan pemantau IQAir.

Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal, yang mendapat kecaman dari warga dan lawan politik karena gagal mengatasi krisis, mengatakan Sekolah Dasar akan ditutup mulai Sabtu (5/11/2022) sampai situasi polusi membaik.

“Tidak ada anak yang harus menderita dengan cara apa pun,” kata Kejriwal kepada wartawan.

Delhi sering digolongkan sebagai salah satu kota paling tercemar di dunia. Pada hari Jumat, kota itu kembali menduduki puncak daftar kota besar IQAir dengan kualitas udara terburuk.

Sebuah studi Lancet pada tahun 2020 mengaitkan 1,67 juta kematian dengan polusi udara di India selama tahun sebelumnya, termasuk hampir 17.500 di ibu kota. Otoritas setempat secara teratur mengumumkan berbagai rencana untuk mengurangi polusi, misalnya dengan menghentikan pekerjaan konstruksi, tetapi tidak banyak berpengaruh.

Puluhan ribu petani di seluruh India utara membakar ladang mereka pada awal setiap musim dingin untuk membersihkan tunggul tanaman dari sawah yang baru dipanen. Praktik ini adalah salah satu pendorong utama masalah kabut asap tahunan Delhi dan terus berlanjut, meskipun ada upaya untuk membujuk petani agar menggunakan metode pembukaan lahan yang berbeda.

Asap kebakaran pertanian menyumbang sepertiga dari polusi udara Delhi pada hari Kamis, menurut badan pemantauan kualitas udara India. Masalah ini juga merupakan isu politik — dengan Delhi dan negara bagian Punjab di utara diperintah oleh Partai Aam Aadmi (AAP), saingan Partai Bharatiya Janata pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.

Tetapi Kejriwal menyerukan diakhirinya “permainan menyalahkan dan saling tuding” atas tanggung jawab untuk mengatasi kabut asap, setelah menteri lingkungan India mengecam AAP karena memimpin peningkatan kebakaran pertanian.

“Itu tidak akan membantu dalam mencari solusi. Kita bisa menyalahkan mereka, dan mereka bisa menyalahkan kita, tapi itu tidak akan menghasilkan apa-apa,” katanya.

“Petani butuh solusi. Pada hari mereka mendapatkan solusi, mereka akan berhenti membakar jerami,” tambah Kejriwal. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: IndiaNew DelhiPolusi di AsiaPolusi Udara
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.