• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Darurat Polusi Udara, Iran Tutup Seluruh Sekolah

by Redaksi Asiatoday
January 1, 2023
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Darurat Polusi Udara, Iran Tutup Seluruh Sekolah

Polusi udara menyelimuti Kota Teheran, Iran. Ist

ASIATODAY.ID, TEHERAN – Negeri Iran sedang menghadapi darurat polusi udara.

Kualitas udara yang memburuk dengan cepat di ibukota Iran, Teheran, dan kota-kota yang berdekatan membuat otoritas setempat memerintahkan penutupan sekolah pada Sabtu (31/12/2022). Kelas belajar pun dialihkan secara daring.

Komite Darurat Polusi Udara bertemu di Teheran pada Jumat (30/12/2022) dan memutuskan untuk menangguhkan pendidikan tatap muka di sekolah.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Menurut laporan kantor berita pemerintah Iran IRNA, keputusan ini karena tingginya tingkat polusi udara di ibukota dan provinsi Alborz, Qazvin, Chaharmahal, dan Bakhtiari.

Hari masuk sekolah di Iran adalah dari Sabtu sampai Rabu, dengan Kamis dan Jumat menjadi hari libur.

Teheran dalam beberapa tahun terakhir muncul sebagai salah satu kota paling tercemar di dunia dengan kualitas udara yang buruk yang sering memaksa penutupan sekolah dan bisnis.

Tahun ini, kualitas udara di ibu kota dan kota-kota besar lainnya mencatat penurunan yang mengkhawatirkan selama musim panas. Namun masalahnya mulai diperparah dengan dimulainya musim dingin.

Pada Juli, kualitas udara yang buruk memaksa penutupan semua lembaga pendidikan dan kantor pemerintah di Teheran dan kota-kota lain karena indeks kualitas udara dianggap tidak sehat untuk kelompok sensitif.

Data Kementerian Kesehatan Iran dirilis bulan lalu merujuk pada kondisi Maret 2021-Maret 2022, jumlah kematian yang disebabkan oleh paparan jangka panjang terhadap partikel PM 2,5 melonjak lebih dari 87 persen dibandingkan periode yang sama selama periode tahun sebelumnya.

Studi dilakukan di 27 kota, termasuk Teheran, Ahvaz, Masyhad, Tabriz, Shiraz, Isfahan, dan Hamedan. Total populasi di kota-kota tersebut sebanyak 35 juta warga.

Penurunan kualitas udara yang mengkhawatirkan pada 2022 telah disertai dengan badai pasir, yang sebagian besar berasal dari Irak dan Suriah. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Emisi KarbonIranPolusi di AsiaPolusi Udara
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.