• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Darurat Setahun, Militer Kendalikan Kekuasaan di Myanmar

by Redaksi Asiatoday
February 1, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Darurat Setahun, Militer Kendalikan Kekuasaan di Myanmar

Gerakan protes di Myanmar. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Militer  Myanmar atau Tatmadaw telah mengumumkan status darurat selama setahun. Hal ini disampaikan stasiun televisi milik militer usai penangkapan Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi.

“Militer mengatakan telah melakukan penahanan sebagai tanggapan atas kecurangan pemilu dan menyerahkan kekuasaan kepada panglima militer Min Aung Hlaing serta memberlakukan keadaan darurat selama satu tahun,” demikian pernyataan di stasiun televisi milik militer Senin (1/2/2021).

Menurut Myawaddy TV, militer mengambil alih kekuasaan dengan alasan pemerintah sipil gagal menindaklanjuti klaim kecurangan pemilihan umum serta tidak menunda pemilu Myanmar meski ada pandemi virus corona.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Saluran telepon ke ibu kota Naypyitaw tidak dapat dihubungi dan TV pemerintah mati beberapa jam sebelum parlemen seharusnya rapat pertama kalinya sejak kemenangan pemilihan umum NLD pada November kemarin.

Sejumlah penduduk mengatakan tentara telah menduduki balai kota di kota utama Yangon. Selain itu jaringan internet dan telepon terganggu. Konektivitas internet juga telah turun secara dramatis, kata layanan pemantauan NetBlocks.

Penahanan Aung San Suu Kyi dan para pemimpin lainnya terjadi setelah beberapa hari ketegangan yang meningkat antara pemerintah sipil dan militer Myanmar yang menimbulkan kekhawatiran akan kudeta setelah pemilihan.

Protes dan Kecaman

Wakil Indonesia untuk Komisi HAM Antar-Pemerintah ASEAN (AICHR), Yuyun Wahyuningrum, mengecam keras atas penangkapan Penasihat Negara Aung San Suu Kyi, Presiden U Win Myint, para pemimpin politik, dan aktivis HAM, pada pembukaan hari pertama parlemen baru Myanmar, 1 Februari 2021.

Dalam pernyataan tertulisnya, Wakil Indonesia untuk AICHR meminta agar militer Myanmar mematuhi norma-norma demokrasi dan menerapkan dialog damai dalam mencari solusi, termasuk menyelesaikan sengketa pemilu 8 November 2020.

“Sebagai anggota ASEAN, Myanmar berkewajiban untuk mematuhi prinsip-prinsip di Piagam ASEAN yang salah satunya setiap negara anggota harus mematuhi aturan hukum, pemerintahan yang barik, prinsip demokrasi, dan pemerintahan yang konstitusional (Pasal 2.2.(h)),” kata Wakil Indonesia untuk AICHR.

Yuyun Wahyuningrum mengatakan tindakan kudeta ini bukan hanya melanggar prinsip-prinsip ASEAN untuk pemerintahan yang konstitusional, tetapi juga merusak proses demokrasi Myanmar yang telah diusahakan sejak 2011.

Indonesia, Malaysia, dan Singapura, telah meminta agar pihak-pihak di Myanmar menahan diri dan mengedepankan dialog untuk menyelesaikan krisis politik.

Sementara itu, Brunei Darussalam, selaku Ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) mengatakan saat ini masih sedang berkonsultasi dengan negara-negara anggota lain mengenai perkembangan  kudeta Myanmar.

“Brunei Darussalam sebagai Ketua ASEAN sedang berkonsultasi dengan Negara Anggota ASEAN lainnya tentang dukungan mereka untuk pernyataan ASEAN,” kata Kementerian luar negeri Brunei. (CNA /Reuters)

Tags: Aung San Suu KyiKrisis MyanmarMyanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.