• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Darurat Wabah Corona di China, Angka Kematian Sudah Capai 2.345 Jiwa 

by Redaksi Asiatoday
February 22, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Darurat Wabah Corona di China, Angka Kematian Sudah Capai 2.345 Jiwa 

Warga di China makin meningkatkan kesiagaan terhadap wabah virus corona. ist

ASIATODAY.ID, BEIJING – Angka kematian akibat serangan wabah virus corona (Covid-19) terus bertambah.

Yang terbaru,  China melaporkan adanya tambahan 109 kematian dan 397 kasus akibat wabah ini, per hari ini, Sabtu 22 Februari 2020.

Melansir The Straits Times, tambahan data tersebut menjadikan total kematian akibat corona di China menyentuh angka 2.345, sementara yang terinfeksi mencapai 76.288 orang.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Sedangkan untuk jumlah pasien sembuh, angkanya hampir mencapai 19 ribu untuk China dan puluhan negara lainnya.

Otoritas Kesehatan China melaporkan adanya ratusan narapidana yang terjangkit virus corona. Total ada 234 infeksi corona di luar Hubei, sebuah provinsi di China yang merupakan basis penyebaran virus corona COVID-19. Sementara untuk di Hubei, jumlah narapidana yang terjangkit mencapai 271.

Mengutip para petinggi Partai Komunis China, media nasional negara tersebut mengatakan bahwa wabah corona belum mencapai puncaknya, karena ada lonjakan kasus di Beijing. Total kasus baru corona di Beijing hampir mencapai 400 dengan empat kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa kesempatan untuk menekan penyebaran wabah corona di panggung global mulai menipis, setelah munculnya virus tersebut di Iran dan juga Lebanon.

Walau demikian, Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus meyakini virus ini masih dapat dihentikan.

“Meski kesempatan mengendalikan wabah sudah mulai menyempit, masih ada peluang untuk melakukannya,” terang Tedros.

“Jika kita tidak memanfaatkan kesempatan yang mulai menyempit ini, maka kita akan menghadapi masalah besar,” sambung dia.

Korea Selatan menjadi negara terbaru yang menjadi pusat perhatian dalam mewabahnya korona, dengan total kasus mencapai 204. Otoritas Korsel menyebut lonjakan kasus terjadi karena adanya “penularan super” di sebuah gereja.

Di Italia, seorang pria lanjut usia di kota Padua meninggal dunia usai terinfeksi corona. Sejauh ini 26 negara telah melaporkan total 1.151 kasus dengan delapan kematian. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: China VirusCorona AsiaCOVID-19Virus CoronaVirus KoronaVirus PneumoniaWHO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.